This Author published in this journals
All Journal ETNOLINGUAL
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINDAK ILOKUSI SARKASME PADA REPRODUKSI TUTURAN PENGGUNA TIKTOK KELAS 4-6 SEKOLAH DASAR DI SURABAYA Irfa Rafiatuz Zukhrufin; Rafida Mumtaz; Izzatin Nada Al Jannah
ETNOLINGUAL Vol. 7 No. 1 (2023): ETNOLINGUAL
Publisher : Department of Master of Linguistic, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/etno.v7i1.43539

Abstract

Abstrak Kebijakan untuk tetap di rumah saat pandemi Covid-19 mempengaruhi kenaikan intensitas penggunaan gawai pada masayarakat. Kenaikan ini membuka akses lebih luas terhadap berbagai platform dan media online. TikTok sebagai salah satu platform online yang popularitasnya sedang tinggi, menarik perhatian pada setiap lapisan usia, utamanya anak-anak. Popularitas dalam TikTok yang merebut minat anak-anak menjadi salah satu potensi pengembangan perilaku reproduksi tuturan anak, khususnya kelas 4-6 sekolah dasar yang sedang dalam gemar melakukan imitasi pada sisi kebahasaan yang mudah ditemui dalam TikTok. Dalam hal ini peran orang tua dan guru sebagai pihak terdekat anak menjadi penting untuk dipertimbangkan. Oleh karena itu, menjadi penting untuk mengetahui bagaimana persepektif orang tua dan guru dalam memandang fenomena TikTok terhadap anak sebagai upaya perlindungan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana perspektif orang tua dan guru terhadap media sosial TikTok berpengaruh pada tindak ilokusi perilaku reproduksi tuturan anak kelas 4-6 sekolah dasar di Surabaya dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, muncul temuan bahwa anak-anak melakukan imitasi dan reproduksi tren bahasa di TikTok di media sosial saja. Melalui data yang ditemukan, peneliti menyimpulkan bahwa anak-anak cenderung mengimitasi tuturan sarkas yang dilihat dari analisis tindak ilokusinya, serta perbedaan persepsi antara orang tua yang menganggap bahwa TikTok berdampak negatif karena hanya berjoget saja dan guru yang menganggapnya positif karena mengasah kreativitas. Kata Kunci: Anak-anak, Guru, Imitasi, Orang tua, Sarkasme, TikTok, Tindak Ilokusi