Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEEFEKTIFAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR KOMPETENSI DASAR PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 16 SEMARANG Fitriati, Erlina
Economic Education Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Department of Economics Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran Make a Match pada kompetensi dasar permintaan dan penawaran uang dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 16 Semarang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desain Control Group Pretest-Postest. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriprif, uji kesamaan rata-rata pihak kanan, dan  uji gain. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pada kedua kelas dilihat dari nilai pre-test ke post-test. Berdasarkan penelitian diperoleh rata-rata pre-test kelas eksperimen sebesar 70 sedangkan nilai pos-test sebesar 87. Pada kelas kontrol dengan menerapkan metode yang berbeda diperoleh nilai pre-test sebesar 69 sedangkan nilai post-test sebesar 78. Peningkatan hasil belajar dilihat dari nilai pre test-post test untuk kelas eksperimen sebesar 17 sedangkan untuk kelas kontrol 9. Dari analisis hipotesis diperoleh nilai t hitung = 6,25 dan t tabel = 2,00. Karena t hitung > t tabel sehingga H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Make a Match lebih efektif daripada metode ceramah.The purpose of this study was to determine the effectiveness of teaching methods to Make a Match on the basis of competence demand and supply of money in improving student learning outcomes in class X SMA Negeri 16 Semarang. The research design used in this study is the design of pretest-posttest control group. Data analysis methods used are deskriprif analysis, test the average difference of the right hand, and the completeness of classical learning test. The results showed that an increase in learning outcomes seen in the second class of the value of pre-test to post-test. Based on the study gained an average pre-test experimental class of 70, while the post-test score of 87. In the control class by applying different methods of pre-test values ​​obtained at 69 while the post-test score of 78. Improved learning outcomes seen from the pre-test-post-test for the experimental class of 17, while for the control class 9. Hypotheses obtained from the analysis of the value of thitung = 6.25 and ttable = 2.00. Because thitung> ttable so H0 is rejected. It can be concluded that Make a Match learning method is more effective than the lecture method.
KEEFEKTIFAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR KOMPETENSI DASAR PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 16 SEMARANG Fitriati, Erlina
Economic Education Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran Make a Match pada kompetensi dasar permintaan dan penawaran uang dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 16 Semarang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desain Control Group Pretest-Postest. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriprif, uji kesamaan rata-rata pihak kanan, dan  uji gain. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pada kedua kelas dilihat dari nilai pre-test ke post-test. Berdasarkan penelitian diperoleh rata-rata pre-test kelas eksperimen sebesar 70 sedangkan nilai pos-test sebesar 87. Pada kelas kontrol dengan menerapkan metode yang berbeda diperoleh nilai pre-test sebesar 69 sedangkan nilai post-test sebesar 78. Peningkatan hasil belajar dilihat dari nilai pre test-post test untuk kelas eksperimen sebesar 17 sedangkan untuk kelas kontrol 9. Dari analisis hipotesis diperoleh nilai t hitung = 6,25 dan t tabel = 2,00. Karena t hitung > t tabel sehingga H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Make a Match lebih efektif daripada metode ceramah.The purpose of this study was to determine the effectiveness of teaching methods to Make a Match on the basis of competence demand and supply of money in improving student learning outcomes in class X SMA Negeri 16 Semarang. The research design used in this study is the design of pretest-posttest control group. Data analysis methods used are deskriprif analysis, test the average difference of the right hand, and the completeness of classical learning test. The results showed that an increase in learning outcomes seen in the second class of the value of pre-test to post-test. Based on the study gained an average pre-test experimental class of 70, while the post-test score of 87. In the control class by applying different methods of pre-test values ​​obtained at 69 while the post-test score of 78. Improved learning outcomes seen from the pre-test-post-test for the experimental class of 17, while for the control class 9. Hypotheses obtained from the analysis of the value of thitung = 6.25 and ttable = 2.00. Because thitung> ttable so H0 is rejected. It can be concluded that Make a Match learning method is more effective than the lecture method.
Implementasi Program Pembiasaan Sholat di Sekolah sebagai Strategi Pembentukan Pola Hidup Sehat pada Peserta Didik Fitriati, Erlina; Haris, Abdul
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 2 No. 2 (2025): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v2i2.446

Abstract

Penelitian meneliti rendahnya integrasi praktik keagamaan dalam program kesehatan sekolah, ditambah tingginya tekanan akademik dan risiko gangguan kesehatan mental pada siswa. Tujuan Penelitian: Menganalisis implementasi program pembiasaan sholat di sekolah sebagai strategi pembentukan pola hidup sehat, dengan fokus pada struktur, mekanisme, frekuensi pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta dampak fisik, mental, dan spiritual. Metodologi Penelitian: Pendekatan kualitatif fenomenologis dengan informan kunci siswa, guru agama, dan pengelola sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kebijakan serta jadwal sholat untuk triangulasi. Analisis tematik berbasis kerangka Health Action Process Approach (HAPA) digunakan untuk menafsirkan proses motivasi, volisional, dan pemeliharaan kebiasaan sholat dalam konteks pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kelembagaan yang jelas, mekanisme operasional yang sistematis, dan frekuensi pelaksanaan sholat yang konsisten menjadi faktor krusial dalam membentuk kebiasaan sehat siswa. Dukungan sosial dari guru, orang tua, dan tokoh agama memperkuat motivasi dan self-efficacy, sedangkan hambatan seperti keterbatasan fasilitas dan tekanan akademik dapat mengurangi efektivitas implementasi. Pembiasaan sholat secara holistik memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik melalui aktivitas ringan, kesehatan mental melalui pengurangan stres dan kecemasan, serta kesehatan spiritual melalui peningkatan kontrol diri dan makna hidup. Noveltinya terletak pada pendekatan interdisipliner yang memadukan pendidikan agama, kesehatan perilaku, dan psikologi spiritual sebagai strategi promotif-preventif yang holistik di sekolah. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola sekolah dan pembuat kebijakan untuk merancang program pembiasaan sholat yang sistematis sebagai bagian dari strategi pembentukan pola hidup sehat berkelanjutan bagi peserta didik