Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penguatan Literasi Keuangan Digital pada Masyarakat di Lingkungan Babakan Gerung Putu Ita Lestari; Ni Putu Sasmika Dewi; Sri Rahayu Puspawati; I Komang Widya Purnama Yasa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.3832

Abstract

The "Strengthening Digital Financial Literacy in the Babakan Gerung Community" program aims to increase public understanding of the safe and effective use of digital wallets. With the advancement of digital technology, the use of digital wallets such as ShopeePay, Dana, OVO, and LinkAja is growing. However, some residents, particularly in Babakan Gerung, still have limited understanding of the security features and potential risks associated with using these applications. This activity was carried out through four main stages: data collection, outreach, education, and mentoring. Data collection was conducted to identify digital wallet users and explore their experiences with digital fraud. The education program involved inviting resource persons to provide understanding on how to safely use digital wallets, including setting up two-step verification and protecting personal data. The mentoring program aimed to help the community understand how to secure their accounts and conduct transactions safely. Evaluations showed that after participating in the education and mentoring, most participants felt more confident and prepared to use digital wallets wisely. The evaluation also indicated that the program was successful in increasing digital financial literacy and reducing the community's reliance on cash transactions
Peran Mahasiswa KKN dalam Meningkatkan Efektivitas Pengajuan Kredit UMKM Melalui Edukasi dan Pendampingan di Lingkungan Babakan Indrawati, Kadek; Ni Putu Sasmika Dewi; Sri Rahayu Puspawati; I Komang Widya Purnama Yasa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.3834

Abstract

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, menyumbang hampir 99% dari total usaha di negara ini. Namun, pelaku UMKM menghadapi kesulitan dalam mengakses pembiayaan, terutama Kredit Usaha Rakyat (KUR), disebabkan oleh ketidakpahaman terhadap prosedur pengajuan dan kekhawatiran mengenai bunga yang tinggi. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 di Lingkungan Babakan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, bertujuan untuk mengatasi tantangan ini dengan memberikan edukasi dan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Program ini mencakup empat tahap: pendataan dan sosialisasi, edukasi tentang produk KUR, pendamping UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, menyumbang hampir 99% dari total usaha di negara ini. Namun, pelaku UMKM menghadapi kesulitan dalam mengakses pembiayaan, terutama Kredit Usaha Rakyat (KUR), disebabkan oleh ketidakpahaman terhadap prosedur pengajuan dan kekhawatiran mengenai bunga yang tinggi. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 di Lingkungan Babakan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, bertujuan untuk mengatasi tantangan ini dengan memberikan edukasi dan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Program ini mencakup empat tahap: pendataan dan sosialisasi, edukasi tentang produk KUR, pendampingan dalam pengisian formulir dan persiapan dokumen, serta evaluasi pemahaman masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% peserta merasa lebih percaya diri setelah mengikuti edukasi, yang meningkatkan pemahaman mereka tentang prosedur pengajuan KUR. Pendampingan langsung membantu mereka dalam menyusun dokumen dengan benar, mengurangi kebingungan, dan meningkatkan literasi keuangan. Meskipun demikian, ketakutan terhadap bunga tinggi dan proses verifikasi yang kompleks masih menjadi hambatan. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam memberdayakan pelaku UMKM untuk mengakses pembiayaan yang mendukung pengembangan usaha an dalam pengisian formulir dan persiapan dokumen, serta evaluasi pemahaman masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% peserta merasa lebih percaya diri setelah mengikuti edukasi, yang meningkatkan pemahaman mereka tentang prosedur pengajuan KUR. Pendampingan langsung membantu mereka dalam menyusun dokumen dengan benar, mengurangi kebingungan, dan meningkatkan literasi keuangan. Meskipun demikian, ketakutan terhadap bunga tinggi dan proses verifikasi yang kompleks masih menjadi hambatan. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam memberdayakan pelaku UMKM untuk mengakses pembiayaan yang mendukung pengembangan usaha
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DAN AKUNTANSI DASAR BAGI ANAK DI DUSUN LAMPER MELALUI USAHA GELANG MANIK-MANIK Sang Ayu Putu Astriani; Ni Nyoman Ernita Ratnadewi; I Putu Pasek Bagiartha W.; I Komang Widya Purnama Yasa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.3835

Abstract

This community service activity aims to improve children's understanding of entrepreneurship and basic accounting through the practice of making beaded bracelets in Lamper Hamlet, Jagaraga Village, Kuripan District, West Lombok Regency. The problem raised is the low level of entrepreneurial literacy and financial record-keeping among elementary and secondary school-aged children. In fact, instilling entrepreneurial values and financial management from an early age is important for developing creative, independent, and responsible characters. The method used is descriptive participatory, with an educational approach that involves providing materials, direct practice, and evaluation through questions and answers. The activity was held on July 9, 2025, involving 19 children as participants. The results of the activity showed that the children began to understand the concept of small businesses, the importance of recording income and expenses, and were able to apply these through a beaded bracelet business. They also demonstrated increased creativity, courage to express ideas, and enthusiasm for simple entrepreneurship. Evaluation through questions and answers proved that the visual and practical approach used was able to improve participants' understanding according to their age. This activity makes a positive contribution to improving children's entrepreneurial and financial literacy and has the potential to be further developed as a creative education model in rural communities.
Pemberdayaan Matarakat Melalui Pemanfaatan Botol Bekas Sebagai Media Edukasi Ekonomi Kreatif Di Banjar Karya Dharma Yasa Dusun Tragtag Desi Suryanti, Ni Wayan; I Komang Widya Purnama Yasa; I Gede Bayu Wijaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEK Vol. 6 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : STMIK Triguna Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/abdi.v6i1.12370

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat program pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan botol bekas sebagai alat pembelajaran di bidang ekonomi kreatif di Dusun Tragtag. Sampah plastik yang menjadi masalah lingkungan utama di sini diubah menjadi produk kreatif sekaligus membantu mengajarkan pentingnya menabung sejak kecil. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan beberapa tahapan yaitu survei awal untuk memahami karakteristik peserta dan keadaan lingkungannya, penyusunan program edukasi, serta pelaksanaan pelatihan praktis membuat celengan dari botol plastik bekas. Teknik pengumpulan datanya meliputi pengamatan, dokumentasi, serta interaksi langsung berupa diskusi dan tanya jawab dengan anak-anak dan remaja sebagai sasaran utama. Program ini dilaksanakan bertahap dengan menyesuaikan jadwal agar tidak mengganggu belajar peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya pengelolaan sampah dan literasi keuangan sejak usia dini. Selain itu, keterampilan dalam membuat celengan dari botol bekas mampu memotivasi anak-anak untuk menabung secara rutin, sekaligus menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan. Hasil ini menunjukkan potensi besar dalam membentuk generasi muda yang mandiri secara finansial dan peduli lingkungan, sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan di masyarakat desa.