This Author published in this journals
All Journal Sebatik
Hadisono Hadisono
Ilmu Penyakit Dalam, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN RERATA KADAR SERUM GLUTAMIC PYRUVATE TRANSAMINASE PADA PRIA DAN WANITA PENDERITA NON-ALCOHOLIC FATTY LIVER Halim Angga Mulyono; Alfianto Martin; Johan Johan; Hadisono Hadisono
Sebatik Vol. 27 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i1.2260

Abstract

Non-alcoholic fatty liver (NAFLD) atau penyakit hati berlemak non-alkohol adalah penyakit kerusakan hati yang umum ditemui dan tidak disebabkan oleh konsumsi alkohol. Peningkatan kadar Serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) yang merupakan salah satu enzim hati adalah temuan umum pada pasien NAFLD. Tujuan penelitian adalah ntuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rerata kadar SGPT yang bermakna pada pria dan wanita penderita non alcoholic fatty liver (NAFLD) yang dilakukan menggunakan pendekatan analisis statistik. Studi ini dilakukan dengan menganalisis metode analisis data sekunder yang dipelajari sebelumnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder. Sampel diambil dengan cara total population sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi adalah semua pasien dengan NAFLD yang terdiagnosis dengan abdominal ultrasound atau CT scan abdomen. Berdasarkan 63 sampel terkumpul analisis dilakukan dengan uji Mann Whitney, dengan tingkat kepercayaan 95%, didapatkan p-value = 0.015. Kesimpulan didapatkan perbedaan rerata kadar SGPT yang bermakna antara laki-laki dan perempuan penderita NAFLD. Hal ini dapat disebabkan oleh eksklusi asupan alkohol mungkin menyebabkan lebih banyak laki-laki yang terkena penyakit ini karena tingginya prevalensi asupan alkohol pada laki-laki. Resistensi insulin, lemak visceral, kadar SGPT, nilai trigliserida, rentang hati, status pendidikan rendah, dan aktivitas fisik adalah faktor potensial lain yang berkontribusi terhadap perbedaan yang diamati.