Kepala sekolah sebagai top manager memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, mengevaluasi dan mutu pendiikan di SD Program khusus Paesan Muhammadiyah 02 Bendan Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah: kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model Kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan guru melalui pembinaan kemampuan guru dalam proses pembelajaran (2) Gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menerapkan strategi kepemimpinan demokratis. Dalam menghadapi guru-guru, biasanya kepala sekolah sering bertukar pikiran dengan para guru, sehingga menemukan satu cara efektif untuk meningkatkan kinerja mereka dalam pengembangan proses pembelajaran. Guru-guru yang kinerjanya rendah, sikap dan kepribadiannya keras, dengan pendekatan persuasif kepala sekolah menganjurkan agar mereka meningkatkan kinerjanya.(3) Kepala sekolah selalu perpedoman pada visi dan misi sekolah. Dari visi dan misi tersebut kepala sekolah merencanakan dan mengadakan program – program yang inovatif seperti praktek pembelajaran langsung ke mitra SD dan program tahfidz Al Quran, terbukti program ini banyak menarik minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini karena banyak orang tua yang berharap dengan program ini anaknya akan pandai dalam hal keagamaan yang dirasa sangat dibutuhkan pada zaman sekarang.Kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan selalu bersikap demokratis karena dengan kepemimpinan demokratis guru merasa dirinya tidak dibuat seperti buruh yang hanya diperintah oleh atasan. Dalam melaksanakan peran kepemimpinannya, para pemimpin yang demokratis percaya bahwa orang cenderung lebih senang diarahkan, menjadi pekerja yang ditentukan prosedurnya dan pemecahan masalahnya daripada harus memikul sendiri tanggung jawab di atas segala tindakan dan keputusan yang diambil.