Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Bola Bergulir untuk Analisis Perancangan Sistem Proteksi Petir Gedung Perkuliahan Institut Teknologi Kalimantan 081347087013 Aprillia
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.826 KB) | DOI: 10.35718/specta.v6i2.661

Abstract

Institut Teknologi Kalimantan berada di Balikpapan yang memiliki kerapatan petir yang tinggi dengan frekuensi sambaran petir hingga 60,000 sambaran per Desember 2021 yang berpotensi menimbulkan kerusakan konstruksi bangunan, kebakaran, intervensi peralatan elektronik sampai dengan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain proteksi petir di gedung perkuliahan ITK yang terletak di daerah perbukitan, Proteksi petir yang dirancang menggunakan metode bola bergulir dengan memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia 03-7015-2004 tentang proteksi petir dan IEC 62305-2 tentang tolerable risk. Persyaratan ini dilakukan untuk mengetahui frekuensi sambaran petir yang diperbolehkan pada gedung, terutama gedung perkuliahan pada instansi pemerintah. Sistem proteksi petir eksternal yang digunakan berupa splitzen model sangkar Faraday yang memenuhi standar minimum proteksi petir pada Gedung perkuliahan. Adapun sistem proteksi petir ini terdiri dari splitzen dengan tinggi 4-meter dari dak beton sebanyak sembilan buah, down conductor NYY 1x 70 mm2, grounding, dan bare conductor 90 mm2 serta grounding plate 500 mm x 500 mm dengan empat unit rod. Desain system proteksi petir ini diharapkan dapat memberikan proteksi terhadap sambaran petir dengan radius atap terluar sepanjang 2,5-meter dengan batas maksimal arus bangunan sebesar 3,39 kA.
Penggunaan Algoritma Logika Fuzzy Mamdani dalam Perancangan Maximum Power Point Tracking (MPPT) 081347087013 Aprillia; Asy-Syifa Ainina Amalia; Andhika Giyantara
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.274 KB) | DOI: 10.35718/specta.v6i2.683

Abstract

Pemanfaatan energi baru dan terbarukan yang ada di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Oleh karena itu, PT PLN (Persero) menargetkan pembangunan pembangkit listrik energi baru dan terbarukan sebesar 23%. Sinar matahari sebagai salah satu jenis energi terbarukan yang dapat diproses menjadi energi listrik dengan memanfaatkan panel surya, namun saat ini efisiensi keluaran panel surya masih relatif rendah. Oleh karena itu, digunakan Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk memaksimalkan keluaran daya panel surya yang akan disimpan ke dalam baterai. Pada sebuah MPPT dapat digunakan sebuah algoritma untuk mengontrol kinerja MPPT tersebut agar bekerja lebih maksimal. Pada penelitian ini, algoritma yang digunakan adalah Algoritma Logika Fuzzy dengan membandingkan metode Mamdani dan Sugeno. Logika Fuzzy Mamdani memiliki kelebihan yaitu menghasilkan hasil keputusan yang lebih akurat. Pada Logika Fuzzy Sugeno memiliki kelebihan yaitu menggunakan perhitungan matematika sederhana dalam perancangannya. Selain itu, pada penelitian ini digunakan juga buck converter yang berfungsi untuk menurunkan tegangan yang dihasilkan panel surya agar sesuai dengan spesifikasi baterai. Pada penelitian ini akan dibandingkan hasil yang diperoleh pada saat keadaan normal menggunakan data iradiasi dan suhu Kota Samarinda dan kondisi partial shading. Perancangan dan pengujian sistem dilakukan dengan menggunakan Matlab R2018b Simulink. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa hasil simulasi menggunakan metode Mamdani memiliki hasil yang sama dengan metode Sugeno. Selain itu, MPPT berbasis Logika Fuzzy mampu menghasilkan daya keluaran yang lebih tinggi dan lebih mampu menstabilkan arus keluaran walaupun pada kondisi nilai iradiasi yang sangat kecil sekalipun, jika dibandingkan dengan MPPT tanpa kendali Artificial Intelligence (AI).