Laila Abdul Jalil*
Organisasi Riset Arkeologi Bahasa dan Sastra, Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah, Badan Riset dan Inovasi Nasional,

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nisan Tipe Aceh Di Situs Raja-Raja Banjar: Bukti Hubungan Kesultanan Aceh-Banjar Pada Abad Ke 17-18 M Laila Abdul Jalil*; Selly Juanisa Harsela; Utari Ninghadiyati
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.24900

Abstract

Nisan Tipe Aceh Di Situs Raja-Raja Banjar: Bukti Hubungan Kesultanan Aceh-Banjar Pada Abad Ke-17-18 M. Kesultanan Banjar merupakan kerajaan Islam pertama di Kalimantan Selatan yang  dibangun oleh Sultan Suriansyah pada abad ke-16/1560 M. Dalam perjalanan sejarah Kesultanan Banjar didapati fakta bahwa pernah ada hubungan antara Kesultanan Aceh dengan Kesultanan Banjar yang dibuktikan melalui temuan nisan tipe Aceh. Salah satu peninggalan masa Islam di Kesultanan Banjar adalah nisan tipe Aceh yang digunakan oleh Raja dan Ulama Banjar. Penelitian terdahulu mengenai nisan Raja-raja Banjar membahas mengenai tipologi nisan namun tidak membahas mengenai konektivitas antara Kerajaan Aceh dan Banjar. Penelitian ini selain mengkaji mengenai tipologi nisan Aceh juga mengkaji mengenai konektivitas Kerajaan Aceh dan Banjar pada abad ke-17 dan 18. Dalam penelitian ini kajian difokuskan pada tipe nisan Aceh milik Raja dan Ulama Banjar serta mengkaji bagaimana hubungan antara Kerajaan Aceh dengan Banjar pada masa lalu mengingat nisan menjadi salah satu produk budaya unggulan Kerajaan Aceh yang diduga menjadi jalan pembuka adanya interaksi antara Kerajaan Aceh dengan Banjar. Tujuan dari penelitian ini selain  untuk menjawab pertanyaan penelitian juga untuk mengetahui konektivitas Kesultanan Aceh-Banjar pada masa lampau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deduktif serta melakukan penelusuran sumber sejarah guna mengetahui sejarah Kerajaan Banjar. Deskripsi tipologi nisan digunakan untuk mengetahui bentuk, ukuran, serta ornamen nisan. Ditemukan enam nisan tipe Aceh di situs raja-raja Banjar, dua diantaranya merupakan nisan ulama. Berdasarkan temuan nisan tipe Aceh di Kesultanan Banjar menunjukkan bukti bahwa pada abad ke-17-18 M pernah terjalin hubungan antara Kesultanan Aceh dengan Banjar.