Kepedulian perusahaan terhadap pentingnya investasi sumberdaya manusia merupakan landasan bagi perusahaan untuk lebih unggul dan kompetitif. Salah faktor penting yang dipertimbangkan oleh para investor dalam menginvestasikan modalnya untuk membeli saham perusahaan adalah kompentensi sumberdaya manusia dalam perusahaan tersebut. Berinvestasi dalam sumber daya manusia adalah bagian dari strategi perusahaan, yang membekali karyawan dengan keterampilan teoretis dan praktis melalui pelatihan dengan potensi produk akhir peningkatan kinerja. Manfaat jangka panjang dari investasi sumber daya manusia melebihi biaya jangka pendek; manfaat tersebut termasuk peningkatan atribut keberlanjutan dan nilai keuangan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menunjukkan secara empiris bagaimana pengaruh investasi modal manusia terhadap nilai perusahaan publik di Indonesia. Dengan menggunakan metode purposive sampling terpilih sebanyak 28 perusahaan publik yang terdaftar di indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan jumlah observasi 196 selama periode 2014 sampai dengan 2020. Hasil uji simultan pada kedua model yang digunakan dalam penelitian dengan menggunakan uji statistik F, menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan pada kedua model mampu menjelaskan nilai perusahaan. Kemampuan dalam menjelaskan dari variabel-variabel yang digunakan dalam kedua model regresi data panel dengan menggunakan uji Adjusted R2 adalah masing-masing sebesar 70.73 persen pada model 1 dan 70,72 persen pada model 1, sedangkan sisanya dijelaskan dari variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Hasil uji parsial dengan menggunakan uji statistis t, bahwa variabel BPAU yang digunakan untk mengukur persentasi biaya pengembangan karyawan terhadap biaya administrasi dan umum berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan pada kedua model. Pengujian partial least squares (PLS) menggungkapkan bahwa (BPAU) dapat memoderasi variabel profitabilitas, ukuran perusahaan dan tingkat leverage yang digunakan terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan variabel PBV. Hasil pengujian statistik di atas memberikan informasi yang berharga bagi semua pihak, bahwa dengan pengeluaran dana pengembangan karyawan yang berdampak negatif terhadap nilai perusahaan, mengidentifikasikan bahwa kepedulian para pihak terhadap pengembangan karyawan sebagai asset penting bagi perusahaan belum sepenuhnya mendapatkan apresiasi.