Widiatmaka
Natural Resources and Environmental Management, Graduate School, IPB University, Darmaga, 16680, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Modeling of land use and cover changes (LUCC) in Deli Serdang Regency, North Sumatra Province Ivong Verawaty; Widiatmaka; Irman Firmansyah
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.2.237-251

Abstract

Penggunaan/tutupan lahan (LULC) merupakan faktor penting dalam pengelolaan lahan dan dapat mempengaruhi kebijakan di suatu wilayah. LULC memiliki potensi untuk berubah karena aspek fisik, ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan/tutupan lahan (LULCC) di Kabupaten Deli Serdang periode 2010-2020 dan memprediksi LULC pada tahun 2030. Analisis dilakukan dengan menerapkan model spasial Cellular Automata-Markov Chain dengan faktor pendorong yang digunakan adalah jarak ke jalan raya, jarak ke sungai, kepadatan penduduk, jarak ke kecamatan, dan jarak ke Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kappa untuk klasifikasi citra adalah 0,86 (kategori sangat baik). Jenis LULC yang dominan di Kabupaten Deli Serdang adalah lahan perkebunan >45%, disusul sawah, pertanian lahan kering, hutan dan pemukiman serta lahan terbangun. Validasi model LULCC diperoleh nilai kappa sebesar 0,89 dan bermakna dapat digunakan untuk memprediksi model perubahan lahan pada tahun 2030. Pada tahun 2030, LULC yang akan meningkat secara signifikan adalah permukiman/lahan terbangun, dan pertanian lahan kering, yaitu masing-masing sebesar 21027,24 ha dan 4581,72 ha. Sedangkan hutan, perkebunan, dan sawah mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sekitar 9487,26 ha, 8084,88 ha dan 7797,87 ha.