Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MISKONSEPSI MATA PELAJARAN BIOLOGI PADA MATERI FOTOSINTESIS MENGGUNAKAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 PEUSANGAN Novia Yunanda; Nelly Mursyidah
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miskonsepsi adalah kesalahan dalam memahami suatu konsep yang ditujukan dengan kesalahan menjelaskan dalam bahasanya sendiri. Miskonsepsi dalam pelajaran Biologi dapat menjadi masalah serius jika tidak segera diperbaiki, sebab kesalahan satu konsep dasar saja dapat menuntun seorang peserta didik pada kesalahan yang terus menerus. Karena sebuah konsep dasar dalam pelajaran Biologi akan terus diaplikasikan ke materi selanjutnya. Adanya miskonsepsi dalam pikiran peserta didik akan menghambat proses penerimaan dan asimilasi pengetahuan pengetahuan baru peserta didik mengenai konsep-konsep Biologi. Penelitian ini berupaya mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi fotosintesis di kelas VIII SMP Negeri 1 Peusangan. Secara khusus penelitian ini bertujuan mengetahui (1) ada tidaknya miskonsepsi dan (2) subkonsep paling sering terjadi miskonsepsi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Peusangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian adalah deskripstif. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Peusangan tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes diagnostik yang dilengkapi dengan CRI (Certainty of Response Index) dan wawancara. Wawancara bertujuan mengetahui bagaimana dan mengapa siswa berfikir seperti itu serta dari mana mendapatkan konsep dari jawaban yang telah dipilih. Pengolahan data menggunakan teknik perhitungan persentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa miskonsepsi muncul pada 6 indikator soal, yaitu pada soal pengertian fotosintesis sebesar 74,15% untuk soal faktor yang mempengaruhi fotosintesis sebesar 74,10%, untuk soal fungsi klorofil sebesar 61,79%, untuk soal keuntungan fotosintesis sebesar 62,92%, untuk soal faktor yang tidak mempengaruhi fotosintesis sebesar 77,52%, dan terakhir untuk soal letak pengikatan CO2 pada fotosintesis sebesar 69,66%. Penyebab miskonsepsi pada peserta didik dikarenakan peserta didik itu sendiri, bahan ajar dan metode mengajar yang digunakan oleh pendidik. Berdasarkan analisis data tersebut menunjukkan bahwa CRI efektif digunakan untuk mengetahui miskonsepsi sedangkan wawancara kegiatan pembelajaran digunakan dalam mengetahui alasan yang menyebabkan peserta didik mengalami miskonsepsi. Kata Kunci: Miskonsepsi, Tes Diagnostik, Fotosintesis
MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DENGAN PEMANFAATAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID DI SMA NEGERI 1 PEUSANGAN Erlita Erlita; Novia Yunanda
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.7051

Abstract

Abstract: The learning process of Anatomy and Physiology on the material of the human respiratory system is carried out by utilizing the media as a learning aid. The limited media makes the learning and learning process not optimal, thus causing the value of learning outcomes is also still low. Augmented Reality (AR) is a technology that can be used to simulate the human respiratory system material with a marker as a marker to display 3D simulations. The purpose of this study is to make media and determine the feasibility and influence on learning outcomes.The research uses the Incremental development method, consisting of four stages: Analysis, Design, Coding, and Testing. Testing is done by blackbox function test and marker detection. The research subjects were Anatomy and Physiology teachers as well as class X students of SMA Negeri 1 Peusangan. The data collection technique used a questionnaire with a Likert Scale given to the examiners and respondents and then analyzed descriptively.The results showed that the percentage of media expert validation was 86.5%, material expert was 94.2%, teacher response was 96.25%, and student response was 95.7%. The increase in student learning outcomes obtained an N-Gain value of 0.93 indicating a high category and from the percentage of effectiveness interpretation categories obtained a value of 93 where the value falls into the category > 76 which means effective. Based on these results, it can be concluded that the learning media application developed is very feasible to be used as a learning medium. Keywords: Human Respiratory System, Augmented Reality, Learning Media.   Abstrak: Proses pembelajaran Anatomi dan Fisiologi pada materi sistem pernapasan manusia dilaksanakan dengan memanfaatkan media sebagai alat bantu belajar. Terbatasnya media menjadikan proses belajar dan pembelajaran tidak optimal, sehingga menyebabkan nilai hasil belajar juga masih rendah. Augmented Reality (AR) merupakan teknologi yang dapat digunakan untuk memberikan simulasi pada materi sistem pernapasan manusia dengan marker sebagai penanda untuk menampilkan simulasi 3D. Tujuan penelitian ini yaitu membuat media dan mengetahui kelayakan serta pengaruhnya terhadap hasil belajar. Penelitian menggunakan metode pengembangan Incremental, terdiri dari empat tahapan: Analysis, Design, Coding, dan Testing. Pengujian dilakukan dengan uji blackbox fungsi dan deteksi marker. Subjek penelitian adalah guru Anatomi dan Fisiologi serta peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Peusangan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan Skala Likert yang diberikan kepada penguji dan responden lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan presentase validasi ahli media sebesar 86,5%, ahli materi 94,2%, respon guru 96,25%, dan respon peserta didik 95,7% . Peningkatan hasil belajar peserta didik didapat nilai N-Gain 0,93 menunjukan kategori tinggi dan dari presentase kategori tafsiran efektifitas didapatkan nilai 93 dimana nilai tersebut masuk ke kategori >76 yang artinya efektif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa aplikasi media pembelajaran yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kata kunci: Sistem Pernapasan Manusia, Augmented Reality, Media Pembelajaran