Kusen Kusen
State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP ISLAM DAN DAMAI MENURUT MAULANA WAHIDUDDIN KHAN Ismi Ngafiyatun Nadifah; Kusen Kusen
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 4, No 01 (2022): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.156 KB) | DOI: 10.15408/paradigma.v4i01.30401

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data didasarkan pada riset pustaka (library research). Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber literature kepustakaan. Hasil penelitian ini berupa tulisan bahwa metode topical yang digunakan oleh Maulana Wahiduddin Khan dalam membahas Islam dan damai dalam kehidupan bermasyarakat, memberikan semangat bagi diri seseorang untuk mengembangkan dirinya agar mencapai kehidupan dan berperilaku damai. Selain memberikan dorongan untuk berbuat damai yang dimulai dari diri sendiri dan akan berdampak pada kehidupan sosialnya, mencapai perdamaian untuk agama dan negaranya. Kata kunci: Islam, Damai, Maulana Wahaiduddin Khan
KRITIK IBNU KHALDUN TERHADAP FILSAFAT M Hafid; Kusen Kusen
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 4, No 02 (2022): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.301 KB) | DOI: 10.15408/paradigma.v4i02.30407

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode deskriptif-analitis. Sumber-sumber data diperoleh dari sumber prier maupun sekunder. Dominasi akal dalam diskursus filsafat bukan perkara yang mustahil, akal selalu mendominasi hingga ranah terdalam seperti perkara megetahui soal hakikat Tuhan. Kekuatan akal oleh para filsuf dinilai dapat melampaui ketidakmungkinan untuk diketahui, bahkan akal seakan tidak memiliki keterbatasan. Oleh sebab itu, kritik Ibnu Khaldun mengarah pada para filsuf yang tidak mengakui bahwa akal memiliki batas pengetahuan yang didapatkan. Ibnu Khaldun menyampaikan bahwa hakikat Tuhan merupakan perkara yang tidak bisa diketahui melalui pengamatan indra termasuk juga penalaran akal. Terdapat jalan lain selain akal dalam upaya mengetahui perkara ilahiyat, jalan itu menurut Ibnu Khaldun adalah melalui wahyu. Tuhan dan perkara-perkara non-indrawi dapat diketahui melalui wahyu yang diturunkan oleh Allah swt kepada para nabi. Kata Kunci: Dominasi akal, Kritik, Wahyu, Ibnu Khaldun