Said Aqil Siroj Merupakan cendekiawan muslim yang tegas mendorong terciptanya bangsa pluralis humanis. Titik tolak pemikirannya tentang hakikat persatuan salah satunya tertuang dalam pemahaman akan humanisme. Pemikiran humanisme memiliki dimensi yang luas. Konteks kerangka nilai-nilai Islam secara terang dia ungkapkan sebagai pokok bahwa sejatinya Islam menyediakan panduan secara tegas tentang perlindungan dan terciptanya perdamaian secara kolektif. Sudah tentu, secara khusus pemikiran Said Aqil Siroj menegaskan bahwa humanisme religius akan menegaskan rasa tanggung jawab lebih luas dan tidak sekerdar fokus dalam mendapatkan kebebasan sebagaimana humanisme dipahami oleh barat. Humanisme religius meberikan dan melahirkan sikap untuk melakukan koreksi etik setiap manusia dalam menjalani kehidupannya. Pemikiran Said Aqil Siroj tentang humanisme Islam menguatkan tentang moralitas Islam dan persaudaraan seiman. Dalam konsep moral dalam Islam yang dimaksudkan oleh Said Aqil Siroj, bahwa moral yang dijalankan oleh setiap manusia bagaimana menengahkan antara kebebasan dirinya dan bagaimana kebebasan yang digantungkan kepada etika agama. Terkait persaudaraan seiman Said Aqil Siroj pada intinya memandang agama berperan mengarahkan manusia untuk selalu mengemban nilai-nilai harmonis, maka seseorang yang beragama berarti dalam jiwanya telah berkembang nilai-nilai harmoni dan kasih sayang sebagai bekal untuk hidup ditengah masyarakat.