Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Makassar M. Ali Latif; Muhammad Asri; Nasrah Natsir
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.678 KB)

Abstract

ABSTRACT. This study aims to determine: (1) the needs of educators and education personnel in Makassar City SKB (2) the skills/expertise of educators and education personnel needed, and (3) the constraints of the SKB in implementing non-formal education programs. The research includes descriptive research. Research subjects SKB Ujungpandang and Biringkanaya. The data collection instrument used interview, observation and documentation guidelines. Based on the data analysis, it was concluded that (1) the need for educators (Pamong Learn) at the Makassar City SKB was 21 people, who had the skills/competence to design learning/training programs, and teach subjects in the Package B and Package C equivalency education programs. (2 ) The need for education staff at the Makassar City SKB is 9 people, who have skills/expertise in the field of administration and computers. (3) Obstacles experienced by the SKB in implementing the program: (a) lack of teaching staff (Pamong Belajar), especially those who teach English and Mathematics subjects (b) lack of ability of educational staff (administrative staff) in preparing program planning, and (c) the minimum operational budget for the implementation of learning and/or training programs.  Keywords: Needs, Educators, Education Personnel. SKB
Hubungan Antara Pemahaman Tugas dengan Kemampuan Melaksanakan Tugas Pamong Belajar di Sanggar Kegiatan Belajar M. Ali Latif; Rudi Amir; Muhammad Asri
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai hubungan antara pemahaman tugas dengan kemampuan melaksanakan tugas Pamong Belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Penelitian ini termasuk penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah semua Pamong Belajar yang bekerja di lima Sanggar Kegiatan Belajar, yaitu SKB Ujungpandang, SKB Biringkanaya, SKB Maros dan SKB Pangkep, jumlahnya 31 orang. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemahaman tugas oleh Pamong Belajar dengan kemampuan melaksanakan tugasnya di SKB. Dengan kata lain, bahwa semakin tinggi tingkat pemahaman Pamong Belajar terhadap tugasnya, semakin mampu pula dalam melaksanakan tugasnya.Kata Kunci: Pemahaman Tugas, Kemampuan, Pamong Belajar
Peningkatan Kepekaan Sosial Melalui Program Education and Experience (Eduperience) Pada Peserta Didik Sekolah Alam Le Cendekia Kabupaten Gowa Muhammad Asri; M. Ali Latif; Suardi Suardi; Nasrah Natsir
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) implementasi kegiatan program education and experience (Eduperience) di Sekolah Alam Le Cendekia; 2) peningkatan kepekaan sosial melalui program education and experience (Eduperience) pada peserta didik Sekolah Alam Le Cendekia; (3) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat program education and experience (Eduperience) dalam peningkatan kepekaan sosial peserta didik pada Sekolah Alam Le Cendekia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Pendidik dan Peserta didik di Sekolah Alam Le Candekia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara observasi, dokumentasi. Analisis data secara sistimatis dilakukan dengan tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Implementasi program eduperience mencakup tiga tahap, yaitu perencanaan melalui observasi dan asesmen kebutuhan, pelaksanaan dengan menempatkan peserta didik tinggal bersama masyarakat selama tiga hari, serta evaluasi melalui kegiatan refleksi. 2) peningkatan kepekaan sosial peserta didik melalui dua strategi, yaitu pembiasaan sosial seperti memberi salam, menghargai pendapat, dan pengalaman langsung di masyarakat yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan kesadaran sosial. 3) faktor pendukung peningkatan kepekaan sosial melalui program eduperence yaitu adanya dukungan pihak terkait, seperti kepala sekolah, pemerintah desa, guru pendamping, panitia serta motivasi peserta didik. Adapun yang termasuk faktor pengambat yaitu sulitnya beradaptasi peserta didik dan keterbatasan waktu pelaksanaan program