Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Makassar M. Ali Latif; Muhammad Asri; Nasrah Natsir
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.678 KB)

Abstract

ABSTRACT. This study aims to determine: (1) the needs of educators and education personnel in Makassar City SKB (2) the skills/expertise of educators and education personnel needed, and (3) the constraints of the SKB in implementing non-formal education programs. The research includes descriptive research. Research subjects SKB Ujungpandang and Biringkanaya. The data collection instrument used interview, observation and documentation guidelines. Based on the data analysis, it was concluded that (1) the need for educators (Pamong Learn) at the Makassar City SKB was 21 people, who had the skills/competence to design learning/training programs, and teach subjects in the Package B and Package C equivalency education programs. (2 ) The need for education staff at the Makassar City SKB is 9 people, who have skills/expertise in the field of administration and computers. (3) Obstacles experienced by the SKB in implementing the program: (a) lack of teaching staff (Pamong Belajar), especially those who teach English and Mathematics subjects (b) lack of ability of educational staff (administrative staff) in preparing program planning, and (c) the minimum operational budget for the implementation of learning and/or training programs.  Keywords: Needs, Educators, Education Personnel. SKB
Hubungan Antara Pemahaman Tugas dengan Kemampuan Melaksanakan Tugas Pamong Belajar di Sanggar Kegiatan Belajar M. Ali Latif; Rudi Amir; Muhammad Asri
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai hubungan antara pemahaman tugas dengan kemampuan melaksanakan tugas Pamong Belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Penelitian ini termasuk penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah semua Pamong Belajar yang bekerja di lima Sanggar Kegiatan Belajar, yaitu SKB Ujungpandang, SKB Biringkanaya, SKB Maros dan SKB Pangkep, jumlahnya 31 orang. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemahaman tugas oleh Pamong Belajar dengan kemampuan melaksanakan tugasnya di SKB. Dengan kata lain, bahwa semakin tinggi tingkat pemahaman Pamong Belajar terhadap tugasnya, semakin mampu pula dalam melaksanakan tugasnya.Kata Kunci: Pemahaman Tugas, Kemampuan, Pamong Belajar
Peningkatan Kepekaan Sosial Melalui Program Education and Experience (Eduperience) Pada Peserta Didik Sekolah Alam Le Cendekia Kabupaten Gowa Muhammad Asri; M. Ali Latif; Suardi Suardi; Nasrah Natsir
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) implementasi kegiatan program education and experience (Eduperience) di Sekolah Alam Le Cendekia; 2) peningkatan kepekaan sosial melalui program education and experience (Eduperience) pada peserta didik Sekolah Alam Le Cendekia; (3) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat program education and experience (Eduperience) dalam peningkatan kepekaan sosial peserta didik pada Sekolah Alam Le Cendekia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Pendidik dan Peserta didik di Sekolah Alam Le Candekia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara observasi, dokumentasi. Analisis data secara sistimatis dilakukan dengan tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Implementasi program eduperience mencakup tiga tahap, yaitu perencanaan melalui observasi dan asesmen kebutuhan, pelaksanaan dengan menempatkan peserta didik tinggal bersama masyarakat selama tiga hari, serta evaluasi melalui kegiatan refleksi. 2) peningkatan kepekaan sosial peserta didik melalui dua strategi, yaitu pembiasaan sosial seperti memberi salam, menghargai pendapat, dan pengalaman langsung di masyarakat yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan kesadaran sosial. 3) faktor pendukung peningkatan kepekaan sosial melalui program eduperence yaitu adanya dukungan pihak terkait, seperti kepala sekolah, pemerintah desa, guru pendamping, panitia serta motivasi peserta didik. Adapun yang termasuk faktor pengambat yaitu sulitnya beradaptasi peserta didik dan keterbatasan waktu pelaksanaan program
Analisis Pola Asuh Orangtua Pada Perilaku Agresif Anak Usia Dini (5-6 Tahun) Di Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone Muthiah Rahmah; M. Ali Latif; Nasrah Natsir; Latang Latang; Kartini Marzuki
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh orangtua terhadap perilaku agresif anak usia dini (5-6 tahun) di Kelurahan Macanang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari orangtua yang memiliki anak usia dini (5-6 tahun). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan,  serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orangtua bersifat bergantian antara pola asuh demokratis, otoriter, dan permisif, tergantung pada situasi dan perilaku anak. Pola asuh otoriter dan permisif paling dominan dalam memicu perilaku agresif anak, baik secara verbal maupun fisik. Sebaliknya, pola asuh demokratis cenderung mendorong perilaku sosial yang positif pada anak, seperti kemampuan bersosialisasi, rasa percaya diri, dan tanggung jawab. Selain itu, perilaku agresif anak juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti ketidakkonsistenan dalam disiplin, kurangnya pengawasan, lemahnya komunikasi, serta keterbatasan anak dalam mengelola emosi. Kesimpulannya, pola asuh orangtua memiliki peran yang signifikan dalam membentuk perilaku agresif anak usia dini. Pola asuh otoriter dan permisif berkolerasi dengan peningkatan perilaku agresif, sedangkan pola asuh demokratis mendukung perkembangan perilaku sosial yang positif.Kata kunci: pola asuh orangtua,  perilaku agresif, anak usia dini
Pembinaan Pemuda Pada Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dALAM mEMBENTUK Risma Sahir; Kartini Marzuki; Rudi Amir; M. Ali Latif; Rahmawati Rahmawati
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v4i1.76740

Abstract

Penelitian ini bertijuan untuk mengetahui bagaimana bentuk Pembinaan Pemuda Pada Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Dalam Membentuk Wirausaha Muda Di Kecamataan Sinoa Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Koordinator BPP Sinoa, Fasilitator YESS dan Pemuda Penerima manfaat. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan mellalui observasi, wawancara dan dokumentasi. yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta uji keabsahandata menggunakan triangulasi sunber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan pada program YESS memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap pemuda pedesaan. Selain itu ketiga komponen dalam pembinaan memberikan perubahan yang cukup baik, apalagi pada tahap pendidikan dan pelatihan karena pemuda diberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam meningkatkan kemapuan mereka. Kesimpulannya, pembinaan pemuda pada program YESS dilakukan secara sistematis muali dari, pembimbingan, pengarahan serta pendidikan dan pelatihan memberikan perubahan signifikan kepada penerima manfaat. Fasilitator berperan aktif dalam mendampingi penerima manfaat dan memberikan solusi dari kendala yang dihadapi. Program YESS efektif dalam menciptakan wirausaha muda yang mandiri dan kompoten dalam sektor pertanian. Pelatihan yanf diberikann memberikan dampak yang cukup besar pada penerima manfaat.
Program Pelayanan Anak Jalanan di Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar Naurah Rasyiqa Salsabila; M. Ali Latif; Untung Untung; Muhammad Asri; Ibrahim Ibrahim
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Program Pelayanan Anak Jalanan di Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar dan apa saja faktor pendukung dan penghmbat dalam penyelengaraan program. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Informasi dalam penelitian ini terdiri dari Kepala UPT (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar, pekerja profesional, Laskar pelangi dan anak jalanan yang sudah di bina di. Teknik pengumpulan data yang di lakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian di analisis secara deskriptif dengan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pelayanan (RPTC), yang mencakup Pelatihan dan pembinaan meliputi pelatihan kerja untuk anak usia produktif, pendidikan dasar (baca, tulis, hitung dan bermain sambil belajar), pembinanan sosial (Membersihkan tempat tidur masing-masing, membersihkan lingkungan sekitar dan pemberian edukasi). Adapun rehabilitas dan spiritual yang mencakup pemenuhan kebutuhan dasar (Makan, minum, pakaian yang layak, alat mandi yang baru dan tempat tidur yang nyaman, serta menjalankan kegiatan ke agamaan dengan keyakinan masing-masing). Selanjutnya reintegrasi sosial dan layanan informasi kegiatan ini meliputi (Asesmen awal, persiapan klien dan keluarga, pertemuan dan diskusi dengan keluarga, alternatif penempatan jika kluarga tidak di temukan atau tidak siap, serta monitoring dan pendamping berkelanjutan) adapun layanan informasi yang yang meliputi (Pemberitahuan informasi hak-hak klien secara langsung dan layanan publikasi tentang kegiatan program di media sosial instagram), Adapun faktor pendukung keberhasilannya yaitu koordinasi pemimpin yang optimal, motivasi anak jalanan ingin berubah dan kerja sama anatar lemabaga yang optimal, adapun faktor penghamabatnya Keterbatasan SDM meski hal ini di nilai cukup tapi (RPTC) masi membtuhkuhan pekerja profesional seperti perawat dan fisoterapis, sarana dan prasarana yang belum memadai, anggaran yang belum optimal dan minimnya dukungan dari sebagian keluarga klien. Kata kunci : Pelayanan Program (RPTC), Anak Jalanan, faktorr Pendukung dan Faktor Penghamaba