Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potret/gambaran media relations yang ideal, figur praktisi PR serta potret media yang ideal, serta strategi yang dilakukan dalam menjalin hubungan baik antara praktisi PR dengan media. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan paradigma kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat tiga gambaran media relations yang ideal. Pertama, terjalin hubungan yang saling menguntungkan antara kedua pihak. Kedua, ketika praktisi PR dan media dapat memahami tugas dan tanggung jawab dari masing-masing pihak. Ketiga, pola komunikasi yang terjalin bersifat dua arah serta informasi yang disampaikan harus berorientasi terhadap kepentingan masyarakat. Sementara itu, terdapat tiga kriteria ideal seorang praktisi PR dari perspektif media. Diantaranya, tidak tebang pilih dalam menentukan media yang akan dijadikan mitra, memposisikan jurnalis sebagai mitra yang memiliki kedudukan sejajar, menjunjung nilai transparansi, serta tidak menghalangi jurnalis untuk berdiskusi dengan pimpinan perusahaan. Di lain hal, terdapat tiga kriteria media yang ideal dari perspektif praktisi PR, yaitu mempublikasi berita sesuai timeline yang telah ditetapkan, membuat karya jurnalistik sesuai dengan hasil wawancara, dan tidak mempraktikkan “budaya amplop”. Kemudian, terdapat tiga strategi yang dapat dilakukan untuk menjaga hubungan baik kedua pihak. Diantaranya, mengadakan gathering dengan media, berkomunikasi secara intens, serta menyajikan data dan informasi yang akurat dan mengandung nilai fakta.