Yuyun Yuniardi, Undang Mardiana,Reza Mohammad Ganjar Gani, Qisthi Huuriyah, Yuyun Yuniardi,
Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : geoscience journal

KARAKTERISTIK FORMASI MENGGALA BAGIAN ATAS DI LAPANGAN “QH”, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH Undang Mardiana,Reza Mohammad Ganjar Gani, Qisthi Huuriyah, Yuyun Yuniardi,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.495 KB)

Abstract

Lapangan “QH” terletak pada cekungan Sumatera Tengah, merupakan salah satu daerah  yang dimiliki oleh  PT.Chevron  Pacific  Indonesia.  Lapangan  “QH”  masuk  kedalam  Grup  Sihapas  dengan  fokus penelitian berada pada formasi Menggala Bagian  Atas. Studi stratigrafi dilakukan dengan  menggunakan pendekatan secara deskriptif (observasi data berdasarkan landasan teori) dan melakukan analisis dari data Core,  data Wireline  log,  ditunjang  dengan  data  pendukung  lainnya.  Tujuan  dari  penelitian  ini  untuk mengetahui (1) Litofasies (2) Elektrofasies (3) Fasies pengendapan dan penyebarannya dari setiap fasies, serta  (4)  mengetahui  karakteristik  dari  setiap  fasies  pengendapan  yang  ada.  Data  yang  digunakan  dalam penelitian ini terdiri dari  data Core sumur no. 3, 4 dan 13, data Wireline log dari 39 sumur yang dimiliki, data Routine Core Analysis, dan data pendukung lainnya. Dari data core yang telah dideskripsi, kemudian dikelompokkan  menjadi  tiga  litofasies,  yaitu  litofasies sandstone,  bioturbated  sandstone dan mudstone, dengan  didukung  oleh data  RCA. Peneliti  membagi  fasies  didaerah  penelitian  menjadi  dua,  yaitu  fasies Tidal  Sand  Bar  dan  Tidal  Sand  Flat,  yang  berada  di  lingkungan  Estuarine  dengan  pengaruh  arus  yang dominan (Tide Dominated Estuarine). Dari data Wireline log, dibagi  menjadi dua  marker, yang  menjadi penciri elektrofasies dari setiap fasies yang ada. Penelitian ini menggunakan data petrofisik, seperti nilai dari  porositas,  porositas  effektif,  permeabilitas, Vshale, Data  Subsurface  map  dan Data  Completion History,  semua  data  digunakan  untuk  mengetahui  penyebaran  dan  ketebalan  dari  setiap  fasies  yang  ada, mengetahui range dari  nilai  properti  setiap  fasies  yang  ada,  sehingga  peneliti  mengetahui  bagaimana karakteristik, perbedaan dan penyebaran dari setiap fasies dilapangan “QH”.  Kata  Kunci  : Cekungan  Sumatera  Tengah;  Formasi  Menggala  Bagian  Atas;  Fasies;  Distribusi  Fasies; Karakteristik Fasies.
METODE DALAM MENENTUKAN ARSITEKTUR PLATFORM INTERIOR RESTRICTED - OPEN MARINE PATCH REEF Rifky Nurdeani* BERDASARKAN ANALISIS BATUAN INTI Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Rifky Nurdeani, ldrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.897 KB)

Abstract

Metode dalam menentukan arsitektur suatu lingkungan pengedapan memiliki banyak cara salah satunyaadalah dengan analisis dari batuan ini. Deskripsi secara megaskopis dan mikroskopis untuk mengetahuikarakteristik batuan. Data yang dimiliki terdapat 3 batuan yang telah dideskripsi, setelah dilakukananalisis terdapat 3 fasies diantaranya batugamping foraminifera, batupasir foraminifera dan batulempungforaminifera. Batugamping foraminifera terendapkan pada lingkungan Platform Interior Patch Reef,batupasir foraminifera terendapkan pada lingkungan Platform Interior Restricted dan batulempungforaminifera terendapkan pada lingkungan Platform Interior Open Marine. Ketiga fasies ini disatukanmenjadi asosiasi fasies Platform Interior Restricted – Open Marine. Hasil asosiasi fasies ini digambarkanpadasuatu arsitektur 3 dimensi. Tiga tahap dalam menggambarkan Platform Interior Restricted - OpenMarine Patch Reef yaitu, deskripsi megaskopis dan mikroskopis batuan inti, analisis fasies danlingkungan pengendapan dan analisis asosiasi fasies. Kata Kunci : Batuan Inti, Fasies, Asosiasi Fasies
KARAKTERISTIK MORFOMETRI DAS CI BUNI BAGIAN HULU, KABUPATEN CIANJUR, PROVINSI JAWA BARAT Yusi Firmansyah, Reza Mohammad Ganjar Gani, Budiyanto, Emi Sukiyah,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1294.604 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Ci Buni bagian hulu terletak di Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat. DAS Ci Buni bagian hulu dibagi menjadi 154 sub-DAS. Secara regional DAS Ci Buni bagian hulu tersusun atas batuan sedimen berumur Tersier dan batuan vulkanik berumur Kuarter. Pengertianmengenai karakteristik morfometri dimaksudkan untuk mengetahui aspek kuantitatif sub-DAS yang meliputi Dimensi DAS, Linear Morfometri dan Areal Morfometri. Analisis karakteristik dimensi DAS yang meliputi luas, panjang sungai induk, keliling dan lebar DAS menunjukan bahwa sub-DAS batuanberumur Kuarter memiliki dimensi DAS yang lebih besar dibandingkan sub-DAS batuan berumur Tersier. Hasil analisis variabel linear morfometri menunjukan bahwa rasio percabangan sungai (Rb) dan panjang sungai (RL) di wilayah batuan Kuarter lebih besar dibandingkan batuan berumur Tersier, hal tersebut terkait dengan jenis batuan yang relatif lebih lunak. Areal morfometri, Dari segi kerapatan pengaliran (Dd) kelompok sub-DAS batuan berumur Tersier memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelompok sub-DAS batuan berumur Kuarter. Dari segi tekstur (Rt) kedua kelompok subDAS mempunyai tekstur sangat kasar. Dari segi nisbah kelonjongan (Re) dan nisbah bentuk (Rf) kedua kelompok sub-DAS memiliki bentuk yang relatif memanjang atau melonjong. Kata Kunci: Geomorfologi, Morfometri, DAS Ci Buni Bagian Hulu
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN KUALITAS ANDESIT SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DAERAH BATUJAJAR, KECAMATAN BATUJAJAR TIMUR, KABUPATEN BANDUNG BARAT Purnama Aji Kusumah, Faishal Amrullah, Reza Mohammad Ganjar Gani, Panji Ridwan, Kurnia Arfiansyah,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.919 KB)

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Batujajar Timur , Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Propinsi Jawa Barat. Desa Batujajar memiliki litologi memiliki litologi berupa andesit dan telah ditambang secara tradisional oleh masyarakat sekitar namun pemanfaatannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan andesit di Desa Batujajar. Metode penelitian menggunakana analisis petrografi dan analisis keteknikan batuan dengan diuji ketahanan batuan dengan menggunakan UCS (Uniaxial compressive strength). Berdasarkan hasil analisis petrografi ke-enam sampel batuan berjenis Andesit (Streckeisen, 1978). Dari hasil pengujian kuat tekan , nilai kuat tekan masing masing sampel bervariasi, nilai kuat tekan yang paling tinggi dimiliki oleh sampel PR07 dengan nilai 673.828 MPa, pada PR10 memiliki nilai kuat tekan 424.558 Mpa, ST02 416.379 Mpa, PR14 bawah 282.952 MPa, PR14 407.716 MPa, dan nilai kuat tekan yang paling rendah dimiliki oleh nomer sampel PR15 dengan nilai 18.488 Mpa. Nilai Kuat tekan PR10, ST02, PR 14 bawah, PR14, dan PR07, secara umum relative lebih besar bila dibandingkan dengan sampel ST15. Hal ini disebabkan karena sampel PR 15 telah mengalami alterasi dengan intensitas sedang, dicirikan dengan munculnya mineral sekunder dengan persentase (40-45 %) berupa serisit, mineral lempung dan mineral opak. Berdasarkan nilai kuat tekan, kedua satuan termasuk dalam klasifikasi medium strength (Bieniawski, 1973) dengan nilai kuat tekan rata-rata 370.653 Kg/cm2. Berdasarkan syarat mutu batu alam untuk bahan bangunan (SNI 030394-1989), andesit di daerah penelitian dapat dimanfaatkan sebagai bahan trotoar jalan , batuan tepi jalan, dan batuan hias .Kata Kunci : Andesit, Desa Batujajar timur, kuat tekan, bahan bangunan
KARAKTERISTIK BATUBARA DAERAH SUNGAIPENUH (JAMBI) MENGGUNAKAN METODE PETROGRAFI ORGANIK DAN KIMIA Reza Mohammad Ganjar Gani, Mohammad Rivaldy , Lili Fauzielly,
Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.597 KB)

Abstract

Daerah penelitian termasuk ke dalam Sungaipenuh, Provinsi Jambi. Daerah ini memiliki singkapanbatubara yang tidak menerus dan berbentuk lensa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikarakteristik batubara dengan menggunakan metode petrografi organik dan kimia. Formasi pembawabatubara berasal dari Formasi Pengasih, Formasi Kumun, dan Endapan Danau. Dari hasil analisis padaempat conto batubara yang diperoleh dari hasil penyelidikan lapangan, batubara daerah Sungaipenuhmemiliki karakteristik: peringkat batubara gambut-lignit, tipe humik, dan bermutu rendah. Batubaradaerah Sungaipenuh memiliki kemiripan dengan karakteristik batubara di Sumatera pada umur yangsama (Miosen-Pliosen).Kata Kunci: Sungaipenuh, batubara, peringkat, tipe, mutu, geologi batubara, analisis petrografi organik, analisis kimia.
KOMPOSISI MASERAL DAN MINERAL MATTER UNTUK INTERPRETASI FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA DI DAERAH MUARAENIM, SUMATRA SELATAN Reza Mohammad Ganjar Gani,Yusi Firmansyah, Nana Suwarna, Hany Nabila Shabrina,Ildrem Sjafri,
Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.983 KB)

Abstract

Daerah penelitian batubara berada di lapangan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) yang terletak diwilayah Depresi Lematang, Subcekungan Palembang Selatan, Cekungan Sumatra Selatan. Dua puluh delapansampel batubara diambil dari daerah Arahan, Banjarsari, Subanjeriji, Banko Tengah dan Selatan. Kemudiansampel tersebut dianalisis secara makroskopik untuk mengetahui jenis litotipe dan mikroskopik untukmendeterminasi kandungan maseral dan bahan mineral. Hasil dari analisis ini selanjutnya digunakan untukmenginterpretasi fasies dan lingkungan pengendapan. Secara litotipe, batubara daerah penelitian berkisar dari dull– bright yang menunjukkan dominasi lingkungan pengendapan pada forest swamp. Kandungan maseralmenunjukkan kelompok maseral vitrinit yang melimpah sehingga termasuk ke dalam fasies vitrinit – fusinit danmikrofasies vitrinit. Berdasarkan hasil perbandingan Vitrinit A/Vitrinit B dan Vitrinit/Inertinit didukung olehkandungan inertinit dan bahan mineral, diketahui asal tumbuhan dari endapan batubara daerah penelitiandidominasi oleh tumbuhan kayu/berpohon tinggi, tingkat oksidasi dominan berupa sub-oksik hingga anoksik,ekosistem hidrologi berkisar antara ombrotrofik – reotrofik, dan lingkungan pengendapan pada forest swamp –bog forest.
KUALITAS RESERVOIR MIOSEN AWAL BERDASARKAN ROCK TYPE DAN LITOFASIES PADA FORMASI TALANG AKAR, CEKUNGAN ASRI Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Rizky Amrullah, Ismawan,
Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1285.847 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v3i3.23180

Abstract

Lapangan AM ditemukan pada tahun 1988 dengan hidrokarbon telah terproduksi dari reservoir batupasir. Cekungan Asri terletak diantara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, Timurlaut Kota Lampung, Provinsi Sumatra Selatan. Data yang tersedia diperoleh dua batuan inti dan didukung dengan data log pada sumur AM-01 dan AM-B8. Data batuan inti diambil dari batupasir 34–1 pada sumur AM-01 dengan interval kedalaman 3505.00-3533.00 m (MD). Pada sumur AM-B8 Terdiri dari dua data core dengan interval kedalaman 4388.50-4416.50 m (MD) dan 4418.00-4448.00 m (MD). Data dianilisis menggunakan parameter rock type dan diasosiasikan dengan litofasies. Berdasarkan analisis didapatkan lima jenis litofasies; litofasies shandy shale laminated sandstone (Sh), litofasies sandstone with various grain size (Sm-V), litofasies sandstone with uniform grain size (Sm-U), litofasies flaser (Sf), dan litofasies planar bedding (Sp). Terdapat empat rock type pada area penelitian dengan tipe 1 memiliki porositas rata-rata 0.21 dengan dominasi litofasies Sf, tipe 2 memiliki porositas rata-rata 0.32 dengan dominasi litofasies Sm-U, tipe 3 memiliki porositas rata-rata 0.36 dengan dominasi litofasies Sp, dan tipe 4 memiliki porositas rata-rata 0.28 dengan dominasi litofasies Sm-V. Secara umum batupasir Formasi Talang Akar diendapkan pada lingkungan fluvial (channel fill, distributary channel, dan distributary mouthbar) dan dikategorikan sebagai reservoir yang baik.Kata Kunci: reservoir, batupasir, Cekungan Asri, rock type, litofasies.
KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA FORMASI PURUKCAHU BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI, DI DAERAH MURUNG RAYA, KALIMANTAN TENGAH Reza Mohammad Ganjar Gani,Nana Suwarna, Fadli Abdul Rahim,Ildrem Sjafri,
Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.106 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i4.18336

Abstract

Formasi Purukcahu di daerah Murung Raya, Kalimantan Tengah termasuk ke dalam Cekungan Barito.Formasi Purukcahu berumur Oligosen-Miosen Awal dan tersusun atas batulempung, batulanau danlapisan batubara, serta batupasir. Sampel batubara yang diambil dari singkapan lapisan batubara dianalisissecara makroskopis untuk mengetahui jenis litotipe dan secara mikroskopis untuk mendeterminasikomposisi kandungan maseral dan bahan mineral, serta reflektansi vitrinit. Hasil analisis ini selanjutnyadigunakan untuk menafsirkan fasies dan lingkungan pengendapan lapisan batubara. Lapisan batubara didaerah ini didominasi oleh litotipe Dull Banded (DB) - Banded (BD) dan sangat jarang Bright-Banded(BB) dan Bright (B) dengan ketebalan antara 50-200 cm. Secara petrografis, batubara ini tersusun olehkelompok maseral vitrinit (82,6% - 96,4%), liptinit (0,4% - 5%), dan inertinit (0% - 12,6%), serta bahanmineral (0,6% - 6,6%) . Nilai reflektansi vitrinit rata-rata berkisar antara 0,38% - 0,52%. Diagram segitigafasies TFD, menunjukkan bahwa batubara ini terendapkan dalam fasies limnik sampai limnotelmatik.Sementara itu, berdasarkan diagram GI (Gelification index) versus TPI (Tissue Preservation Index),batubara tersebut diendapkan pada lingkungan marsh hingga fen pada lower delta plain. Berdarkandiagram fasies GWI (Groundwater Index) versus VI (Vegetation Index), batubara ini terendapkan padafasies limnik pada kondisi hidrologi mesotrofik dengan vegetasi utama pembentuk batubara dari jenistetumbuhan tingkat rendah (herbaceous) dan sedikit tetumbuhan berpohon tinggi.Kata Kunci: batubara, lingkungan pengendapan, litotipe, maseral.
METODE DALAM MENENTUKAN ARSITEKTUR PLATFORM INTERIOR RESTRICTED - OPEN MARINE PATCH REEF Rifky Nurdeani* BERDASARKAN ANALISIS BATUAN INTI Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Rifky Nurdeani, ldrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.897 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i2.16597

Abstract

Metode dalam menentukan arsitektur suatu lingkungan pengedapan memiliki banyak cara salah satunyaadalah dengan analisis dari batuan ini. Deskripsi secara megaskopis dan mikroskopis untuk mengetahuikarakteristik batuan. Data yang dimiliki terdapat 3 batuan yang telah dideskripsi, setelah dilakukananalisis terdapat 3 fasies diantaranya batugamping foraminifera, batupasir foraminifera dan batulempungforaminifera. Batugamping foraminifera terendapkan pada lingkungan Platform Interior Patch Reef,batupasir foraminifera terendapkan pada lingkungan Platform Interior Restricted dan batulempungforaminifera terendapkan pada lingkungan Platform Interior Open Marine. Ketiga fasies ini disatukanmenjadi asosiasi fasies Platform Interior Restricted – Open Marine. Hasil asosiasi fasies ini digambarkanpadasuatu arsitektur 3 dimensi. Tiga tahap dalam menggambarkan Platform Interior Restricted - OpenMarine Patch Reef yaitu, deskripsi megaskopis dan mikroskopis batuan inti, analisis fasies danlingkungan pengendapan dan analisis asosiasi fasies. Kata Kunci : Batuan Inti, Fasies, Asosiasi Fasies
PEMODELAN FASIES BERDASARKAN ANALISIS FASIES SANDRIDGE PADA LAPANGAN MEI, FORMASI CIBULAKAN ATAS, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Reza Mohammad Ganjar Gani , Yusi Firmansyah, Syafiqa Amanda, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i2.35215

Abstract

Penelitian berlokasi di wilayah operasional Pertamina Hulu Energi OffshoreNorthwest Java yang termasuk ke dalam Cekungan Jawa Barat Utara. Fokuspenelitian terletak pada Lapangan Mei, Formasi Cibulakan Atas tepatnya padainterval M - 22. Tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi litologi penyusundaerah penelitian, lingkungan pengendapan dan asosiasi fasies yang berkembang,analisis elektrofasies yang ditinjau dari data log, serta arah distribusi dan geometripada daerah penelitian. Metode penelitian ini yaitu analisis litofasies dan elektrofasiesdilanjutkan dengan korelasi kronostratigrafi dan model distribusi fasies denganTruncated Gaussian Simulation (TGS). Berdasarkan hasil analisa yang telahdilakukan, daerah penelitian tersusun atas beberapa litologi, diantaranya batupasir,shale, dan batugamping dengan lingkungan pengendapan tide dominated shelf yangberasosiasi dengan perkembangan fasies sand ridge. Fasies sand ridge pada daerahpenelitian memiliki arah distribusi serta geometri tersendiri. Hal ini dapat diketahuidari pemodelan geostatik tiga dimensi yang telah dilakukan.Kata Kunci : Formasi Cibulakan Atas, Pemodelan Fasies, Fasies Sand Ridge,Truncated Gaussian Simulation, Asosiasi Fasies.