Abstrak: Perpindahan panas atau transfer panas (heat transfer) merupakan ilmu untuk mempelajari perpindahan energi yang terjadi karena adanya perbedaan suhu di antara benda atau material Pada penelitian ini ingin mengetahui perpindahan panas (heat transfer), pada stainless steel yang menjadi medianya. Dan media tersebut salah satu logam ferro yang banyak digunakan dalam dunia teknik setelah baja. Karakteristik utamanya adalah ringan (berat jenis = 2,7 g/cm3), memiliki konduktivitas panas dan listrik yang tinggi. Salah satu kelemahan alumunium adalah titik leburnya yang relatif rendah hanya 6600C. Dan kelebihan alumunium merupakan salah satu benda yang memiliki nilai distribusi suhu. Maka dari itu penulis melakukan pengujian dengan memvariasikan suhu pada pemanasan dengan menggunakan Hot Plate dan melakukan penahanan panas selama 20 menit. Maka didapatkan hasil dari pengujian tersebut, yang hasilnya dihitung dengan perpindahan panas secara konduksi dan secara konveksi. Berdasarkan pada hasil perhitungan untuk perpindahan panas atau distribusi panas pada sampel yang diperlakukan panas dengan suhu 100 0C yang mampu menahan panas tertinggi pada spesimen 1 sebesar 584,82 W / m2 . K, dengan perpindahan panas secara konduksi dan secara konveksi tertinggi di sampel 3 sebesar 2,42 W / m2.°C.Pada pengujian kedua dengan menaikkan suhu sebesar 200 0C, yang mampu menahan panas tertinggi pada spesimen 3 sebesar 1535,53 W / m2 K, dengan perpindahan panas secara konduksi dan secara konveksi tertinggi di sampel 1 sebesar 6,39 W / m2.0C. Lalu pada pengujian ketiga dengan melakukan pemanasan / penaikan suhu menjadi 300 0C, yang mampu menahan panas tertinggi pada spesimen 2 sebesar 2583,70 W / m2, dengan perpindahan panas secara konduksi dan secara konveksi tertinggi di sampel 1 sebesar 10,735 W / m2. 0C Kata Kunci : Stainless steel, Heat treatment, konduksi, konveksi.