This Author published in this journals
All Journal JIPTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Chemical Vapour Deposition Reactor Design for Graphena Synthesis Yohan Yohan; Adimas Wicaksana; Silviana Simbolon; Ahmad Maulana S
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.924 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v2i1.8654

Abstract

Abstrak: Graphene adalah material penting untuk aplikasi elektronik dan lain-lain seperti baterai, lapisan tahan korosi, dan biosensor. Ada beberapa teknik untuk sintesis graphene antara lain metode reduksi grafit oksida, pita perekat, dan deposisi uap kimia (CVD). Teknik CVD menghasilkan bahan graphene yang lebih unggul dari yang lain meskipun lebih mahal dalam proses produksinya. Dalam ruang lingkup penelitian dikembangkan CVD yang dirancang dengan simulasi Ansys dan Hysys. Hasil penelitian menunjukkan pipa tembaga caviler memiliki kekuatan tabung sekitar 0,1 Mpa kemudian simulasi tekanan dapat dicapai menggunakan pipa berdiameter 0,25 mm adalah 1,013 x 105 Pa. Reaktor CVD memiliki daya minium sebesar 4500 kJ / jam untuk kondisi operasi pada panjang pipa. 10 cm dan pembentukan graphene pada panjang tabung 40 cm.
Sensor Kelembapan Sistem Reflektif Membran Sri Hartati; Yohan Yohan
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.202 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v4i1.25825

Abstract

Pada Penelitian Pembuatan Sensor kelembapan udara dengan metode reflektif membran bertujuan untuk pengembangan  IPTEK baik di Perguruan Tinggi maupun  Industri yang terkait. Peneliti mempercayai bahwa peralatan laboratorium merupakan unit fungsional terkecil di laboratorium untuk pengembangan suatu bidang ilmu. Suatu lembaga pendidikan yang berbasis sains tidak dapat maju jika mengabaikan keberadaan alat laboratorium demikian juga industri.Sensor dapat digunakan di dunia industri di era saat ini. Sensor kelembapan udara instrumen penting dalam industri makanan, pertanian, peternakan dan juga industri lainnya yang berorientasi pada perkembangan industri 4.0 yang digunakan untuk menguji sampel yang sangat penting digunakan pada sektor pendidikan, penelitian, maupun industri.Perancangan dilakukan dengan membuat rangka sensor, menghitung intensitas cahaya, sumber cahaya dan photodetektor yang dipakai dan interferensi yang memungkinkan terjadi. Sensor ini dibuat seminimal mungkin dan biaya yang cukup terjangkau dengan kualitas yang standard dengan sensor kelembapan udara lainnya namun memiliki kelebihan diketahanan dan perawatannya. Pada sektor industri alat ini berperan untuk menentukan kelembapan udara yang digunakan pada industri budidaya jamur. Namun untuk pemenuhan alat ini, negara Indonesia masih mengimport dari negara lain dengan menggunakan metode modul DHT 11. Oleh karena itu, kami berproyeksi mengembangkan sensor optik yang dikombinasi dengan membran dengan kondisi lebih sederhana menggunakan arduino. Metode yang digunakan pada uji kelembapan udara dengan mengukur dan membandingkan intensitas cahaya yang dipantulkan dan diteruskan. Pada lapisan membran membentuk mirror apabila menyerap uap air sehingga jumlah cahaya yang dipantulkan ekivalensi dengan jumlah uap air yang diikat oleh membran.