p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JIPTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Kinerja Pompa Sentrifugal Pada Alat Uji Jominy Mohamad Rizkisyah; Jaim Jaim; Djuhana Djuhana
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.505 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v3i2.25000

Abstract

Mesin pemindah air atau disebut pompa air pada masa sekarang ini sangat membantu kehidupan manusia. Penggunaannya tidak hanya terbatas pada kegunaan untuk mengalirkan air sebagai kebutuhan utama masyarakat (minum, mandi, dan mencuci). Tetapi fungsi dari pompa air juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal lainnya. Salah satu pemanfaatan pompa air adalah pemanfaatannya untuk suatu alat yang biasa dikenal atau disebut dengan nama alat uji jominy. Alat uji jominy adalah alat yang dipakai sebagai alat bantu untuk proses pendinginan (quenching) dalam melakukan pengujian mampu keras pada material logam. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka yaitu mempelajari referensi-referensi yang berkaitan dengan judul penelitian, juga melalui asistensi dan konsultasi kepada dosen pembimbing. Hasil pengujian menentukan debit air dengan mengandalkan variasi bukaan katup ¼, ½, dan bukaan full dengan rentang waktu 5 detik, 10 detik dan 15 detik mendapatkan hasil akhir yang tidak jauh berbeda. Perbedaannya hanya 0,001 liter/detik sampai 0,002 liter/detik. Variasi bukaan katup pompa pada alat uji jominy juga mempengaruhi besaran daya listrik yang dihasilkan. Dan besaran daya listrik sangat berkaitan dengan nilai efisiensi dari suatu alat atau benda. Untuk proses pendinginan spesimen baja, kuningan dan aluminium dengan debit air 0,09 liter/detik pada bukaan katup ¼, proses pendinginan pada tiap spesimen membutuhkan waktu yg berbeda-beda. Pada material baja diperlukan waktu selama 25 menit untuk memperoleh hasil pendinginan secara sempurna. Pada material kuningan diperlukan waktu selama 15 menit. Sedangkan pada material aluminium diperlukan waktu selama 10 menit untuk memperoleh hasil pendinginan yang sempurna. Jika proses pendinginan mengandalkan bukaan katup ½, debit air adalah 0,158 liter/detik. Maka waktu pendinginan pada material baja, kuningan dan aluminium hanya memerlukan waktu 15 menit, 7 menit dan 3 menit. Sedangkan besaran daya listrik pada alat uji jominy yang dipakai untuk mendinginkan spesimen menggunakan variasi bukaan katup ¼, ½, dan bukaan katup full secara berturut-turut adalah sebesar 402,60 Watt, 390,13 Watt, 326,33 Watt. Untuk nilai efisiensi pada alat uji jominy pada bukaan katup ¼ adalah sebesar 89,4%. Pada bukaan katup ½ adalah sebesar 86,6%. Sedangkan pada bukaan katup full adalah sebesar 72,5%.
Perancangan Tangki Nosel (Nozzle) Semburan Air Pada Alat Tes Jomini (Jominy Test) Dedi Wahyudi; Jaim Jaim; Djuhana Djuhana
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.699 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v3i2.24997

Abstract

Tangki pendinginan pada alat uji jomini merupakan tempat dimana proses uji jomini berlangsung. Permasalahan yang terjadi banyaknya sisa-sisa cairan pada dasar tangki ini ketika proses pengujian selesai sehingga mengakibatkan timbulnya korosif yang mengakibatkan usia pakai tangki tersebut tidak lama. Kebocoran dan juga retak pada daerah sambungan las terjadi seiring dengan waktu berjalan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model tangki, pengaruh arus las terhadap tegangan dan regangan dan terakhir untuk mengetahui kekuatan sambungan las. Pengujian kemiringan dasar tangki menggunakan beberapa sudut kemiringan yaitu : 4 derajat, 9 derajat, 14 derajat dan 19 derajat sedangkan untuk pengujian kekuatan las dan pengaruh terhadap tegangan dan regangan menggunakan las SMAW dengan arus 50 ampere, 60 ampere dan 70 ampere. Penelitian ini menggunakan Teknik pengujian secara langsung yaitu mengamati dan mencatat secara langsung hasil eksperimen kemudian menyajikan data dan menyimpulkan hasil penelitian. hasil pengujian kemiringan didapat data hasil penelitian pada sudut 4 derajat debit sebesar 3,69 ml/detik, pada sudut 9 derajat  debit sebesar 3,83 ml/detik, pada sudut 14 derajat didapat debit sebesar 3,99 ml/detik dan pada sudut 19 derajat didapat debit sebesar 4,07 ml/detik. Data hasil uji Tarik pada arus 50 ampere didapat σ = 0,246 kg/mm2, ε = 0,57%, pada arus 60 Ampere didapat σ = 0,247  kg/mm2, ε = 0,62% sedangkan pada arus 70 Ampere didapat σ = 0,246 kg/mm2, ε = 0,58%. Pada pengujian kekerasan Equotip didapat hasil 222 HL pada arus 50 ampere, 223 HL pada arus 60 amper dan 216 HL pada arus 70 ampere. Ini menunjukan bahwa pada sudut kemiringan 9 derajat sudah tidak ada terjadi genangan air pada dasar tangki yang menyebabkan korosi dan tidak mengurangi fungsi saat pengujian jomini berlangsung, sedangkan tegangan dan regangan tertinggi didapat pada arus las 60 ampere dan juga memiliki kekuatan las tertinggi dan relatif stabil di setiap titik lasnya yaitu sebesar 223 HL.