Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBUATAN SISTEM INSTRUMENTASI UNTUK PENGUKURAN POSISI LINIER MENGGUNAKAN SLIDER POTENTIOMETER BERBASIS LABVIEW Bambang Herlambang
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.211 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v1i1.3430

Abstract

Abstrak: Dalam percobaan ini dilakukan pembuatan sistem instrumentasi untuk pengukuran posisi linier menggunakan linear slider potentiometer berbasis PC. Proses akusisi, pengolahan dan tampilan data dilakukan oleh perangkat lunak yang dibuat menggunakan Labview versi 8.6. Sistem ini terdiri dari linier potentiometer, rangkaian buffer, kartu akuisisi NI DAQ dan laptop. Karakteristik sensor dapat dinyatakan dengan persamaan matematis X = 11,07Vo – 11,40 dengan X adalah posisi (mm) dan Vo adalah tegangan potensiometer (V). Alat ini diuji dengan cara melakukan pengukuran ketebalan plat PCB sebanyak 10 sampel. Hasilnya dibandingkan dengan hasil pengukuran menggunakan jangka sorong. Hasil pengujian menunjukkan kesalahan pengukuran rata-rata alat ini sebesar 0,02 mm.
Pelatihan Pengukuran Teknik Bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (SMK IPTEK) Tangerang Selatan Budi Kaliwanto; Bambang Herlambang; Dedem Rosid Waltam
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 11 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran adalah membandingkan parameter pada obyek yang diukur terhadap besaran yang telah distandarkan. Pengukuran merupakan suatu usaha untuk mendapatkan informasi deskriptif-kuantitatif dari variabel-variabel fisika dan kimia suatu zat atau benda yang diukur, misalnya panjang 1 m atau massa 1 kg dan sebagainya. Pengukuran juga didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menentukan nilai suatu besaran dalam bentuk angka (kuantitatif). Dalam kehidupan sehari-hari banyak obyek yang harus dilakukan pengukuran untuk tujuan tertentu, baik di tempat kerja maupun di kampus dan sekolah. Berdasarkan hasil pengamatan di SMK Iptek Tangerang Selatan, terdapat permasalahan yang berkaitan dengan pengukuran karena keterbatasan-keterbatasan yang ada. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan pengukuran teknis bagi siswa SMK Iptek Tangerang Selatan untuk meningkatkan pengetahuan dan agar memiliki keterampilan yang baik dalam melakukan pengukuran peralatan teknis. Proses pembelajaran pengukuran teknik di SMK tersebut harus mendapatkan dukungan dari beberapa faktor. Faktor tersebut antara lain motivasi peserta didik, media pembelajaran, sarana dan prasarana pembelajaran, motivasi mengajar guru, serta metode mengajar yang digunakan oleh guru. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan pengukuran teknik, para siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam hal pengukuran teknik, sehingga mereka lebih siap menghadapi perkembangan lapangan kerja.
Analisis Kekasaran Permukaan Material Aluminium dengan Proses Milling Menggunakan Alat Uji Roughness Tester Bambang Herlambang; Wawan Budiarto
Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupiter.v2i1.159

Abstract

Choosing a good machine and process to make a particular product requires basic knowledge about all the possibilities that occur during the production process. Therefore, material selection, machine settings and determining appropriate machining parameters need to be optimized to produce quality products. In the milling process, surface roughness is very important. From this surface roughness, an evaluation can be made whether the workpiece is acceptabel or not. The lower the surface roughness of a workpiece, the better the quality of the workpiece. The higher the surface roughness, the lower the performance of the components of the workpiece pair will be because it will increase friction on the components of the machine elements. This research aims to determine the effect of variations in feeding work movement, spindle rotation, and feed depth on the level of surface roughness resulting from conventional milling machining processes. This research also discusses which influences produce optimal surface roughness values in conventional milling machining processes. This research was carried out three times in one combination. Data collection on surface roughness values was carried out horizontally on the surface of the workpiece by taking data three times on the workpiece. The results of the statistical analysis prove that the feeding movement variable is proven to have a significant influence on surface roughness, while the optimum combination for the lowest level of surface roughness can be obtained with a feeding movement of 249 mm/minute (3rd test)