Naniek Widayati P
Teknik Arsitektur Prodi Magister Arsitektur, Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rumah Saudagar Batik Laweyan di Surakarta; Bangunan Berarsitektur Hybrid Rudy Surya; Naniek Widayati P; Alvin Alvin
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 1 No 1 (2021): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1266.494 KB) | DOI: 10.55300/archvisual.v1i1.673

Abstract

Kawasan Laweyan dikenal sejak zaman kerajaan-kerajaan di Surakarta yang memiliki karakter sangat spesifik seperti kota-kota tua di Eropa, yaitu secara fisik kawasan berupa kantong (enclave) dengan tiga lapisan jalan utama, jalan lingkungan dan gang kecil (alley). Di kawasan ini saudagar batik Laweyan bermukim dan berusaha industri batik dengan kedudukan yang tinggi di masyarakat Surakarta, namun bukan abdi dalam karaton, sehingga tidak mempunyai kewajiban mengikuti tatanan kehidupan kaum bangsawan termasuk dalam bentuk bangunan rumah tinggalnya. Gaya hidup mempengaruhi rancangan rumah tinggalnya yang berusaha mengikuti tatanan tradisional Jawa, namun bertransformasi dengan bentuk-bentuk baru terutama pada penggunaan material bangunan yang mengadaptasi perkembangan teknologi bangunan saat itu. Tujuan penulisan adalah mengkaji rumah saudagar batik Laweyan berdasarkan periodisasi pembangunannya. Metode yang dipakai adalah deskriptif analitik dengan cara mengadakan pengamatan, wawancara, pengukuran bangunan dan lingkungan yang dijadikan sampel. Sampel diambil berdasarkan kesanggupan pemilik dalam menerima peneliti karena masa pandemi. Hasil yang dicapai dapat menstrukturkan transformasi bentuk, karakter, langgam, tata ruang berdasarkan periode tahun 1800-1900, tahun 1900-1945, tahun 1945-2000 berupa persilangan dan penggabungan dari bangunan khas saudagar Laweyan tersebut sehingga dapat menambah khasanah kekayaan arsitektur di Indonesia.
Rumah Saudagar Batik Laweyan di Surakarta; Bangunan Berarsitektur Hybrid Rudy Surya; Naniek Widayati P; Alvin
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol. 1 No. 1 (2021): Archvisual JAP, Desember 2021
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/b5hrne90

Abstract

The Laweyan area has been known since the kingdoms era in Surakarta that has a very specific character like old cities in Europe, namely physically the area is an enclave with three layers of main roads, neighborhood roads and small alleys (alleys). In this area, the Laweyan batik merchants lived and worked in the batik industry. They have a high position in Surakarta society, but not as a servant in the karaton, so has no obligation to follow the order of life of the nobility, including in the form of his residential building. The lifestyle influenced the design of the house, which tried to follow the traditional Javanese order but was transformed with new forms, especially in the use of building materials that adapted the development of building technology at that time. The purpose of writing is to study the Laweyan batik merchant's house based on the periodization of its construction. The method used is descriptive analytic by conducting observations, interviews, measuring buildings and the environment that is used as a sample. Samples were taken based on the owner's ability to accept researchers due to the pandemic. The results achieved can structure the transformation of form, character, style, and spatial planning based on the period 1800-1900, 1900-1945, 1945-2000, in the form of crosses and incorporation of the typical building characters of the Laweyan merchants can add to the repertoire of architectural wealth in Indonesia.