Pandemi virus Corona-19 (Covid-19) melanda dunia, sukses memicu perubahan besar perilaku manusia, menebarkan penderitaan manusia secara fisik maupun psikologis, memporak-porandakan tatanan ekonomi masyarakat, negara, bahkan dunia. Namun di sisi lain pandemik Covid-19 juga memberi kontribusi positif, memicu ide kreatif dalam merancang Arsitektur. Physical distancing satu di antara cara untuk mencegah penularan Covid-19 menjadi amunisi ide, menjadi landasan konseptual bagi arsitek dalam merancang ruang arsitektur. Bagaimana perubahan standar ruang ini berperan sebagai pemicu untuk mengeksplorasi sumber konsep berarsitektur, mengingat adanya perubahan luasan yang berdampak pada perubahan proporsi massa-nya? Tujuan penulisan paper ini adalah memberikan alternatif ide/gagasan dalam eksplorasi penyediaan ruang arsitektural yang memenuhi protokol kesehatan Physical distancing yang telah ditetapkan oleh WHO. Metode yang digunakan deskriptif-komparatif mengacu pada standar kebutuhan ruang arsitektur, beberapa jurnal terkait, dan ketentuan physical distancing. Metode dilakukan dengan mempersandingkan dan membandingkan antara dasar standar kebutuhan ruang dengan standar ketentuan physical distancing. Hasil ataupun simpulan dari penulisan ini akan melahirkan ide/gagasan merancang ruang yang dapat mengurangi resiko terpaparnya Covid-19 bagi penghuninya.