Koridor sungai perkotaan memiliki peran penting dalam perkembangan kota. Sejak peradaban awal sungai telah memiliki peran penting, seperti sebagai navigasi, irigasi, pasokan air domestik dan industri, pertahanan, dan produksi energi. Secara umum sungai memiliki fungsi hidrologis dan ekologis sebagai penyangga keseimbangan alam. Hubungan antara hulu, tengah, dan hilir memiliki konektivitas sebab-akibat yang akan saling mempengaruhi. Sungai yang melewati ruang kota akan menimbulkan masalah jika tidak dikelola dengan baik. Proyek rekayasa terhadap dinamika alami sungai telah mencapai pada titik kritis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, melalui pengamatan fenomena di lapangan, mengumpulkan data primer dan data sekunder untuk menghasilkan temuan-temuan baru. Penelitian ini menemukan bahwa berbagai tekanan dari perubahan iklim, perubahan tata ruang, dan peningkatan jumlah kejadian banjir membuat semua upaya mengatasi persoalan sungai tersebut perlu dipikirkan kembali. Berbagai proyek pemerintah seperti pencegahan banjir dan proyek normalisasi sungai masih berlanjut hingga saat ini. Namun, belum bisa sepenuhnya menjawab permasalahan sungai. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk memulai transisi ke pendekatan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.