Rayhan Haris Maulana
Program Studi Teknik Arsitektur, Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Kebutuhan Ruang Terbuka dan Fasilitas Penunjangnya Sesuai Kebutuhan Warga Permukiman Tepian Sungai Musi, Kota Palembang, Sumatera Selatan Listen Prima; Harrini Mutiara Hapsari; Sindy Daisy Cahyany; Nurhasanah Nurhasanah; Indah Nurlia Afiyah; Chiquita Mutiara Ananda; Rayhan Haris Maulana; Syamsul Maarif
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 2 No 2 (2023): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.054 KB) | DOI: 10.55300/archvisual.v2i2.1459

Abstract

Ruang terbuka merupakan elemen penting yang melekat di masyarakat tepian Sungai Musi, dalam kegiatan atau aktivitas kehidupan sehari-hari sebagai tempat berkumpul, bercerita, bermain, belanja, atau hanya sekedar duduk. Kebutuhan akan ruang terbuka dipengaruhi oleh berbagai aspek, salah satunya perbedaan kebutuhan sesuai dengan kelompok masyarakat (usia). Pentingnya kebutuhan jenis ruang terbuka dan fasilitas penunjang ruang terbuka melatarbelakangi penelitian ini, untuk mengetahui perbedaan jenis ruang terbuka dan fasilitas penunjang yang dibutuhkan masyarakat sebagai penunjang kegiatan atau aktivitas sehari-hari berdasarkan kelompok masyarakat (usia). Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif untuk mengolah tiga jenis data yang merupakan hasil dari kuesioner dan survey, yaitu: jenis ruang terbuka yang sering digunakan; fasilitas yang dibutuhkan; dan jenis ruang terbuka yang dibutuhkan. Ketiga jenis data tersebut diolah melalui aplikasi JMP. Metode deskriptif dilakukan untuk menjelaskan hasil analisa mengenai jenis ruang terbuka dan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat tepian Sungai Musi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh kelompok masyarakat (usia) yang lebih mengarah pada fasilitas ruang terbuka yang dibutuhkan dan didukung dengan kebutuhan yang cukup kompleks, serta situasi dan kondisi permukiman yang ditempati sesuai kelompok usia yaitu anak-anak, remaja, dan dewasa.
Perbedaan Kebutuhan Ruang Terbuka dan Fasilitas Penunjangnya Sesuai Kebutuhan Warga Permukiman Tepian Sungai Musi, Kota Palembang, Sumatera Selatan Listen Prima; Harrini Mutiara Hapsari; Sindy Daisy Cahyany; Nurhasanah; Indah Nurlia Afiyah; Chiquita Mutiara Ananda; Rayhan Haris Maulana; Syamsul Maarif
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol. 2 No. 2 (2023): Archvisual JAP, Februari 2023
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/vmxb0848

Abstract

Open space is an important element inherent in the community along the Musi River in activities or activities of daily life as a place for gathering, chatting, playing, shopping or just sitting. The need for open space is influenced by various aspects, one of which is the difference in needs according to community groups (age). The importance of the need for types of open space and open space supporting facilities is the background of this research, to determine the different types of open space and supporting facilities needed by the community to support daily activities or activities based on community groups (age). This research was conducted using quantitative methods to process three types of data which were the result of questionnaires and surveys, such as: the type of open space that is often used; the facilities needed; and the type of open space needed. The three types of data are processed through the JMP application. Descriptive method is used to explain the results of the analysis regarding the types of open space and facilities needed by the community on the banks of the Musi River. The results of the study indicate that there is an influence of community groups (age) which is more directed to the open space facilities needed and supported by fairly complex needs, as well as the situation and condition of the settlements occupied according to age groups, namely children, adolescents, and adults.