Model pembelajaran ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) merupakan model pembelajaran yang diharapkan dapat menanamkan rasa percaya diri dan bangga pada siswa, membangkitkan minat atau perhatian serta memberi kesempatan kepada mereka untuk mengevaluasi diri. Model pembelajaran ini dirancang dan dapat digunakan oleh guru untuk mempengaruhi tingkat keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran yang akan berdampak pada prestasi belajar siswa. Dari uraian penyebab tersebut yang utama adalah guru kurang menggunakan metode yang bervaria. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah PTK dengan berkolaborasi dengan guru yang dilakukan 2 siklus. Dalam PTK ada 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data primer dengan menggunakan tes ulangan dan observasi dengan di checklist, dan data sekunder dengan wawancara. Peneliti menggunakan keharusan nilai sasaran atau KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) menentukan kriteria sukses untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Meningkatkan hasil belajar Siswa mencapai 92% melalui Penerapan model pembelajaran ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) mata pelajaran matematika materi pokok Pecahan campuran kelas 6 di SD Negeri 2 Peleyan Kapongan tahun pelajaran 2021/2022. Meningkatkan aktivitas belajar Siswa mencapai 93% kategori sangat aktif melalui Penerapan model pembelajaran ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) mata pelajaran matematika materi pokok Pecahan campuran kelas 6 di SD Negeri 2 Peleyan Kapongan tahun pelajaran 2021/2022.