Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Terutama Ibu Dengan Cara Sosialisasi Melalui Pengarahan Pencegahan Stunting Pasca Pandemi Zairul Antosa; Annisa Okavia; M. Alief Candra; Lia Selfia; Aidil Ihsan A; Nabila Virginia; Neni Herlina; Muhammad Fauzan; Ainun Mailestari; Wilda Rizkyah H
ABDIMAS EKODIKSOSIORA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ekonomi, Pendidikan, dan Sosial Humaniora (e-ISSN: 2809-3917) Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.944 KB) | DOI: 10.37859/abdimasekodiksosiora.v2i2.4316

Abstract

Stunting adalah jenis gagal tumbuh (stunting growth) akibat akumulasi nutrisi yang sangat kurang dalam kurun waktu yang lama, mulai dari konsepsi hingga usia 2 tahun. Stunting merupakan masalah lantaran dikaitkan pada peningkatan akibat penyakit dan kematian, memperlambat sistem pertumbuhan motorik, sehingga mengganggu system perkembangan mental pada pasien. Berdasarkan data yang ada, masalah stunting masih relatif tinggi di Kantor desa Muara Takus. Hal ini dikarenakan masyarakat Muara Takus masih kurang memprioritaskan makanan bergizi, masih sedikitnya implementasi acuan hidup sehat dan penerapannya di kehidupan, juga masih minimnya pengetahuan tentang stunting. Jalan keluar yang bisa kita tawarkan untuk masalah ini adalah dengan menerapkan konseling stunting dengan menggunakan beberapa metode, termasuk konseling community center, konseling kelompok wanita muslim, dan konseling kunjungan rumah. Melalui pelaksanaan penyuluhan stunting dengan berbagai metode, masyarakat di desa Muara Takus kec XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar di beri pembekalan tentang pengertian stunting, pemicu terjadinya stunting, ancaman stunting kurun waktu lama dan bagaimana mengatasi efek stunting. Meminimalkan kerjadian stunting di umur balita.