Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Matematika Nusantara: Pengajaran Matematika Berbasis Budaya Indonesia Hery Sutarto
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 2 No 1 (2018): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas IVET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1989.575 KB) | DOI: 10.31331/medives.v2i1.573

Abstract

Berbagai model pengajaran masuk ke Indonesia dengan berbagai karakteristik yang belum tentu cocok dengan kondisi Indonesia. Ketidakcocokan tersebut dapat ditinjau dari berbagai faktor, mulai dari latar belakang siswa, budaya, kondisi geografis, guru, kurikulum dan sebagainya ketika dibandingkan dengan negara asalnya, yakni Belanda dengan Realistic Mathematics Education (RME) dan Amerika untuk Contextual Teaching and Laerning (CTL). Indonesia dengan segala keberagamannya termasuk kekayaan budayanya merupkan potensi yang tak ternilai untuk dieksplorasi menjadi sumber pengajaran matematika dengan penciri yang khas. Artikel ini memberikan gambaran awal dalam menciptakan suatu model pembelajaran matematika berbasis budaya yang ada di nusantara dengan nama Matematika Nusantara. Uji coba model ini telah dilaksanakan pada pelatihan untuk guru-guru matematika di kabupaten Serang-Banten. Respon yang positif dan optimis dari peserta menjadikan model Matematika Nusantara mantap dapat diimplementasikan di Indonesia dengan fleksibilitas yang tinggi sesuai dengan karakteristik budaya di masing-masing daerah. Kata kunci: matematika nusantara; matematika berbasis budaya ABSTRACT Various learning models came to Indonesia with various characteristics that may not necessarily match with the conditions of Indonesia. That incompatibility can be observed from many factors, such as student background, culture, geographical conditions, teachers, curriculum, and so on, when they are compared to their origin country, Netherlands for the Realistic Mathematics Education (RME) and America for the Contextual Teaching and Learning (CTL). Indonesia with all its cultural diversity is the most valuable potential to be explored as an unique mathematical learning material. This article provides the first description in creating an Indonesian cultural-based mathematics learning model named Matematika Nusantara. This model has been tested and implemented in mathematics teacher training in Kabupaten Serang, Banten. The positive and optimistic response from the participants shows that Matematika Nusantara model can be steady implemented in Indonesia with high flexibility for any curtural characteristics in each region. Keywords: matematika nusantara, curtural-based mathematics
Pengembangan Bahan Ajar Matematika Terintegrasi Flipped Classroom dengan Pendekatan STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Jauhar Naufan Abid; Hery Sutarto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matematika materi Segitiga yang terintegrasi flipped classroom dengan pendekatan STEM, serta menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis Research and Development (R&D) yang mengadopsi model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek uji coba lapangan pada penelitian ini melibatkan 22 peserta didik kelas VII di SMP Miftahul Falah Senori. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen lembar validasi, angket kepraktisan untuk guru dan peserta didik, serta tes kemampuan berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar dinyatakan valid dengan skor ahli sebesar 91% (sangat baik) dan 4,5 (sangat baik) untuk instrumen tes. Pada aspek kepraktisan, bahan ajar dinilai sangat praktis dengan rata-rata persentase respons guru sebesar 93,75% dan respons peserta didik mencapai 95,5% pada kategori minimal baik. Selain itu, bahan ajar terbukti efektif yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata posttest peserta didik yang berhasil melampaui Batas Tuntas Aktual (BTA) sebesar 68. Uji N-Gain juga mengonfirmasi peningkatan kemampuan berpikir kreatif, dengan 18 peserta didik berada pada kategori sedang dan 4 peserta didik pada kategori tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sangat layak dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran guna menunjang kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.