Bio Farma (Persero) dalam menjalankan perusahaannya seiring berjalannya waktu akan terus mengupayakan perkembangan inovasi terbaru terutama dalam bidang farmasi. Salah satunya untuk mendukung kegiatan tersebut, maka PT. Bio Farma (Persero) membangun sebuah fasilitas baru yang diperuntukkan riset dan pengembangan sebuah produk. Tentunya dalam sebuah fasilitas riset pasti membutuhkan sebuah fasilitas laboratorium yang memadai untuk mewadahi kegiatan tersebut. Fasilitas sebuah laboratorium dikatakan baik ketika dalam operasional kegiatannya dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang baik demi terjaganya keamanan dan keselamatan semua pihak yang terlibat di dalamnya, salah satunya yaitu dapat bersangkutan dengan aspek perencanaan sebuah desain arsitektural berupa penentuan tipe pintu yang baik untuk sebuah laboratorium. Dalam praktiknya penentuan sebuah pintu laboratorium harus mengacu kepada standar yang ada. Di dalam kajian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria desain yang relevan untuk sebuah perencanaan laboratorium khususnya pada fasilitas gedung 34 milik PT. Bio Farma (Persero) dengan mengacu kepada standar dan rekomendasi desain yang nantinya akan digunakan sebagai fasilitas laboratorium untuk riset sebuah pengembangan produk. Metoda penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yaitu dengan melakukan pengumpulan data objek studi penelitian serta literatur yang terkait dengan objek studi dan juga memperhatikan keterkaitan pengaruh standar terhadap rekomendasi yang dikeluarkan untuk menentukan tipe pintu yang tepat dan sesuai. Hasil dari analisis yang dilakukan oleh penulis terdapat 3 jenis desain pintu yang tepat dan relevan dengan berdasar pada standar acuan dan rekomendasi desain.