Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Deteksi Perubahan Penggunaan Lahan Kawasan Perkotaan Menggunakan Metode Supervised Classification M. Rais Abidin
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.47186

Abstract

Deteksi perubahan penggunaan lahan menjadi salah satu indikator dalam pemantauan dan pengawasan terhadap kepatuhan pembangunan dalam suatu daerah terhadap rencana tata ruang wilayah. Studi ini bertujuan melakukan deteksi penggunaan lahan pada kawasan perkotaan dengan menggunakan citra SPOT-6. Metode dalam mendeteksi penggunaan lahan adalah metode supervised classification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa kawasan perkotaan di Kecamatan Barru pada tahun 2017 penggunaan lahan paling luas atau yang mendominasi adalah kawasan hutan baik itu hutan budidaya maupun hutan lindung dengan luas 4.930.5 hektar (ha) atau 74.3%, kemudian diikuti areal pemukiman yang memiliki seluas lahan adalah 582.6 ha atau 8.8%, selanjutnya adalah areal tambak yang memiliki luas lahan 535.6 ha atau 8.1%, berikutnya adalah kawasan persawahan yang memiliki luas lahan 405.4 ha atau 6.1%, Ladang/tegalan memiliki luas lahan 64.6 ha atau 0.9%, areal kebun memiliki luas lahan 53.3 ha atau 0.8% dan areal yang paling sempit adalah lahan terbuka/tanah kosong dengan luas 11.2 ha atau 0.1%. Sedangkan pada tahun 2022, penggunaan lahan didominasi oleh kawasan hutan baik itu hutan budidaya maupun hutan lindung dengan luas 3.685.4 hektar (ha) atau 48.4%, kemudian diikuti areal persawahan seluas 1.427.6 ha atau 18.7%, perkebunan seluas 947.3 ha atau 12.4%, tambak seluas 700.3 ha atau 9.2%,  pemukiman seluas 696.1 ha atau 6.9%, ladang/tegalan seluas 117.9 ha atau 1.1% dan yang paling sempit adalah lahan terbuka/tanah kosong dengan luas 32 ha atau 0.3%.