AbstractThe Dayak Pesaguan were one of the many Dayak sub-tribes that be the part of the Dayak Kayong Group. The lived along the Pesaguan River which is located in Tumbang Titi District, at Ketapang Regency. The Dayak Pesaguan community is a society that strongly adhered to the custom in their daily social life. The Dayak Pesaguan people had their own opinion about death. They carry out the traditional death ceremony of Kanjan Serayong as a form of respect for the person who has died, so that his journey can be done to the final burial place. However the implementation of the traditional death ceremony of Kanjan Serayong has changed recently from the original, such as manumang kepala’, and seperingkus. This study used an empirical research method with a descriptive analysis approach, to studying the implementation of the Kanjan Serayong death ceremony in the Dayak Pesaguan community in Tumbang Titi District, at Ketapang Regency. Besides, in this study the author also uses a qualitative data analysis with data collection that was easily qualified into several categories. The data collected consist of symptoms that can be measured wih numbers. The relationship between variabels was very clear and the data collection was used in interview and questionnaires. Based on the research methode, the study found that the shift in the implementation of the Kanjan Serayong death ceremony was caused by several factors : religion, economy, and education. There were taboos in the traditional ceremony of Kanjan Serayong’s death which were called pantang ponti’-tabu juru’, marorak jambul junjung – manggotas bontang bingkal. Therefore, The Dayak Pesaguan traditional functionaries provide socialization to the next generation, as wll as documenting the implementation of the Kanjan Serayong death ceremony in the form of books or other literature.Keyword : Tradition, Tradition Sanctions, Death Custom, Dayak Pesaguan. AbstrakMasyarakat adat Dayak Pesaguan merupakan salah stu sub suku Dayak yang merupakan bagian dari kelompok Dayak Kayong. Masyarakat ada Dayak Pesaguan tinggal disepanjang sungai pesaguan yang terletak di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang. Masyarakat adat Dayak Pesaguan merupakan masyarakat yang sangat berpegang teguh pada adat istiadat dalam menjalankan kehidupan sosial sehari-hari. Masyarakat adat Dayak Pesaguan memiliki pandangan sendiri dalam hal kematian. Masyarakat adat Dayak Pesaguan melaksanakan suatu upacara ada kematian Kanjan Serayong sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang sudah meninggal tersebut agar dilancarkan perjalanannya menuju tempat persemayaman paling akhir. Akan tetapi, pelaksanaan upacara adat kematian Kanjan Serayong saat ini telah mengalami perubahan dari yang aslinya yaitu pada bagian manumang kepala’, dan seperingkus. Penelitian ini mengunakan metode penelitian Empiris dengan pendekatan Deskriptif Analisis, dengan tujuan untuk mengkaji pelaksanaan upacara adat kematian Kanjan Serayong pada masyarakat adat Dayak Pesaguan di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang. Disamping itu, dalam penelitian ini juga penulis menggunakan analisis data kualitatif dengan pengumpulan data yang mudah dikualifikasikan ke dalam kategori-kategori, data yang terkumpul terdiri dari gejala yang dapat diukur dengan angka-angka, hubungan antara variabel sangat jelas, pengambilan sampel dilakukan dengan cermat dan teliti serta pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuisioner. Berdasarkan metode penelitian yang telah digunakan, hasil penelitian yang didapat bahwa pergeseran pelaksanaan upacara adat kematian Kanjan Serayong ini disebabkan oleh faktor agama, ekonomi, serta pendidikan. Terdapat pantangan dalam upacara adat kematian Kanjan Serayong ini yang disebut pantang ponti’- tabu juru’, marorak jambul junjung – manggotas bontang bingkal. Sebagai bagian dari upaya pelestarian upacara ada kematian Kanjan Serayong ini, oleh sebab itu fungsionaris adat Dayak Pesaguan memberikan sosialisasi kepada generasi penerus, serta mendokumentasikan pelaksanaan upacara adat kematian Kanjan Serayong dalam bentuk buku ataupun literatur yang lain.Kata kunci : Adat, Sanksi Adat, Adat Kematian, Dayak Pesaguan.