Perusahaan pertambangan adalah sebuah perusahaan yang melakukan kegiatan produksi dengan cara eksporasi sumber daya, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan penjualan serta kegiatan setelah pertambangan (Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018, n.d.). Perusahaan tambang di Indonesia terbagi menjadi pertambangan batu bara, minyak dan gas, logam dan mineral dan juga pertambangan batu-batuan. Perusahaan sektor pertambangan adalah salah satu sektor yang memiliki pengaruh dalam pembangunan ekonomi sebagai penyedia sumber daya energi. Dalam proses penelitian juga akan dilakukan pengumpulan data, dimana metode pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data dokumentasi, dengan menganalisis dan mempelajari data sekunder, yaitu data annual report yang terdapat pada Bursa Efek Indonesia terkhusus pada sektor pertambangan Sub sektor Batu Bara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen yang terdiri dari profitabilitas, komisaris independen, umur listing terhadap variabel dependen yaitu Internet Financial Reporting (IFR) pada perusahaan pertambangan sub sektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2020. Sampel pada penelitian ini adalaha sebanyak 17 sampel dengan periode penelitian selama 3 tahun sehingga diperoleh jumlah data observasi sebanyak 51 data. Internet Financial Reporting pada perusahaan sub sektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2020 menunjukkan terdapat 12 perusahaan memiliki nilai diatas rata-rata dan 5 perusahaan memiliki nilai dibawah rata-rata. Artinya tingkat pengungkapan informasi dan laporan keuangan pada website perusahaan sub sektor batu barat dalam tingkat yang baik. Kata Kunci: Profitabilitas, Dewan Komisaris Independen, Umur Listing Perusahaan, Internet Financial Reporting