Muarifuddin Muarifuddin
Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN DIGITALISASI PADA PROSES PEMBELAJARAN KURSUS DI LKP VISION COLLEGE Ahmad Thoha Aziz; Liliek Desmawati; Muarifuddin Muarifuddin
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 6, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v6i2.17296

Abstract

Digitalisasi menjadi upaya dalam mengikuti perkembangan teknologi digital. Upaya ini telah dilakukan pada berbagai bidang, termasuk pendidikan. LKP Vision College sebagai lembaga pendidikan nonformal menerapkan digitalisasi dengan menyediakan pembelajaran berbasis digital. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana penerapan digitalisasi pada komponen pembelajaran dan proses pembelajaran di LKP Vision College, serta apa faktor pendukung dan penghambatnya. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada 6 subjek penelitian dan 3 informan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen pembelajaran telah menerapkan digitalisasi dengan baik. Proses pembelajaran berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian. Perencanaan diwujudkan dalam RPP dan Silabus berdasarkan kebutuhan dan menyesuaikan perkembangan teknologi. Pelaksanaan berlangsung dengan model offline dan online. Pengawasan dilakukan oleh pengelola dan penilaian dilakukan melalui beberapa tes dengan memanfaatkan teknologi digital. Faktor pendukung penerapan digitalisasi mencakup adanya SDM berkualitas, sarana prasarana lembaga mendukung, perkembangan teknologi yang efektif dan efisien. Sedangkan faktor penghambat adalah perkembangan teknologi yang terlalu cepat, kemauan instruktur masih rendah dalam belajar, biaya pengadaan sarana dan prasarana yang tinggi, dan beberapa prasarana pembelajaran yang kurang mendukung.