Rizqi Alvian Fabanyo
Poltekkes Kemenkes Sorong

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minuman Kesehatan Temulawak untuk Peningkatan Imunitas dan Pencegahan Penyakit pada Masyarakat Rizqi Alvian Fabanyo; Irwan Guruh Agung
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9998

Abstract

ABSTRAK Saat ini Indonesia tengah dihadapkan dengan beban tiga kali lipat berbagai masalah penyakit, mulai dari penyakit infeksi new emerging dan re-emerging, penyakit menular lama yang belum diatasi, dan penyakit tidak menular. Sehingga perlunya peningkatan kesehatan masyarakat melalui berbagai cara yang positif sebagai upaya pencegahan penyakit dan peningkatan imunitas tubuh. Salah satu cara yang dapat dilakukan yakni dengan cara tradisional berupa memanfaatkan tanaman obat seperti temulawak. Temulawak adalah tanaman obat yang telah terbukti dapat meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah penyakit. Kegiatan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pemanfaatan temulawak sebagai peningkat imunitas tubuh dan pencegah penyakit secara mandiri. Dengan pemberian edukasi dan pelatihan pembuatan minuman kesehatan temulawak. Jumlah peserta sebanyak 50 warga di wilayah kerja Puskesmas Sorong Barat. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari diikuti dengan kegiatan follow up 7 hari setelah pemberian edukasi dan pelatihan. Berdasarkan hasil evaluasi pengetahuan terjadi peningkatan pengetahuan dari 50 peserta setelah diberikan edukasi dan pelatihan yakni sebanyak 37 (74%) dengan pengetahuan baik, 13 (25%) dengan pengetahuan cukup dan tidak terdapat peserta dengan pengetahuan kurang. Sedangkan untuk hasil evaluasi keterampilan terjadi peningkatan keterampilan yang baik  pada peserta ditandai dengan peserta mencoba membuat minuman kesehatan di rumah dengan paket minuman kesehatan temulawak yang dibagikan, dan beberapa masyarakat telah mencoba menerapkan untuk dikonsumsi sehari-hari. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan lancar. kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pemanfaatan temulawak dan pembuatan minuman kesehatan temulawak secara mandiri. Kata Kunci: Temulawak, Minuman Kesehatan, Peningkat Imunitas  ABSTRACT Currently, Indonesia is facing the triple burden of various disease problems, ranging from new emerging and re-emerging infectious diseases, old infectious diseases that have not been treated, and non-communicable diseases. That’s necessary to improve public health through various positive ways as an effort to prevent disease and increase immunity. One way that can be done is the traditional way of utilizing herbal plants such as temulawak. Temulawak is an herbal plant that has been proven to increase immunity and prevent disease. To increase community knowledge and skills regarding the use of temulawak as an immune booster and disease prevention. By giving education and training for making temulawak healthy drinks. The number of participants was 50 residents in the working area of the West Sorong Community Health Center. The activity was carried out for 1 day followed by a 7-day follow-up after giving education and training. Based on the results of the knowledge evaluation, there was an increase in the knowledge of 50 participants after being given education and training, namely 37 (74%) had good knowledge, 13 (25%) had sufficient knowledge and there were no participants with poor knowledge. As for the results of the skills evaluation, there was a good increase in the skills of the participants as indicated by the participants trying to make healthy drinks at home with the temulawak health drink packages that were distributed, and some communities have tried to apply them for daily consumption. This activities run well and smoothly. This activity can increase the community's knowledge and skills regarding the use of temulawak and the making of temulawak health drinks independently. Keywords: Temulawak, Healthy Drinks, Immune Booster
Implementasi Edukasi dan Senam Hipertensi pada Keluarga Binaan Vera Iriani Abdullah; Endang Jayanti Rumayomi; Rizqi Alvian Fabanyo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9981

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius saat ini. Hipertensi yang tidak terkontrol dan ditangani dengan tepat dapat berkomplikasi dan menyebabkan kematian. Upaya Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi farmakologis dan non farmakologis. Terapi  non farmakologis yaitu dengan menjaga pola makan, mengurangi kelebihan berat badan dan perubahan gaya hidup  seperti  melakukan olahraga, salah satunya  dengan senam hipertensi yang bertujuan  membantu memperlancar aliran oksigen otot jantung sehingga membantu menurunkan tekanan darah. Rendahnya pengetahuan masyarakat berpengaruh terhadap perilaku masyarakat dalam menangani hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan senam hipertensi serta memampukan masyarakat melakukan senam hipertensi secara mandiri. Pemberian edukasi dengan penyuluhan tentang hipertensi dan  demonstrasi langsung senam hipertensi bersama masyarakat. Kegiatan dilaksanakan  selama 1 hari dengan melibatkan 50 orang masyarakat yang merupakan keluarga binaan. Secara signifikan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi serta bagaimana penanganannya dengan senam hipertensi. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan memampukan masyarakat secara mandiri melakukan senam hipertensi. Serta disarankan kepada masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah ke puskesmas, jika terdiagnosis meminum obat secara teratur dan melakukan senam hipertensi minimal  2x seminggu secara mandiri. Kata Kunci: Hipertensi, Edukasi, Senam Hipertensi   ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease which is a very serious health problem today. Hypertension that is not controlled and handled properly can be complicated and cause death. Efforts to treat hypertension can be done with pharmacological and non-pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy, namely by maintaining a diet, reducing excess weight and lifestyle changes such as doing sports, like hypertension gymnastics which aims to help facilitate the flow of oxygen to the heart muscle so that it helps reduce blood pressure. Low public knowledge influences people's behavior in dealing with hypertension. This community service activity is to increase public knowledge about hypertension and hypertension gymnastics and enable people to do hypertension gymnastics independently. Providing education with counseling about hypertension and direct demonstrations of hypertension gymnastics with the community. The activity was carried out for 1 day involving 50 community members who were fostered families. Significantly this activity increases public knowledge about hypertension and how to handle it with hypertension gymnastics. This activity can increase people's knowledge and enable people to independently do hypertension exercises. It is also suggested to the public to routinely check blood pressure at the health center, if diagnosed, take medication regularly and do hypertension exercises at least 2x a week independently. Keywords: Hypertension, Education, Hypertension Gymnastics
Deteksi Dini dan Peningkatan Pengetahuan tentang Kesehatan Jiwa pada Remaja di SMP YPPKK Moria Sorong Butet Agustarika; Rizqi Alvian Fabanyo; Panel Situmorang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12470

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa merupakan hal yang penting bagi remaja di sekolah, sebab perilaku belajar yang baik didorong oleh kondisi jiwa yang sehat, baik atau normal. Kesehatan jiwa juga berkontribusi terhadap kesehatan tubuh dan kesejahteraan secara menyeluruh. Tujuan Pengabdian untuk melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa dan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan jiwa pada remaja. Metode Pengabdian berupa deteksi dini dengan pengsisian instrumen SRQ-29 berdialek Malamoi (Self Reporting Questionnaire 29) dan edukasi kesehatan jiwa. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 60 orang remaja siswa/siswi SMP YPPKK Moria Sorong. Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar. Berdasarkan hasil deteksi dini ditemukan bahwa sebagian besar peserta remaja tidak terindikasi masalah kesehatan jiwa 32 orang (53,35%), kecemasan dan depresi 18 orang (30%), serta PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) 10 orang (16,7%). Edukasi kesehatan jiwa yang diberikan juga meningkatkan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Sebelum edukasi yakni 60 remaja (100%) dengan pengetahuan kurang, sesudah edukasi 42 remaja (70%) memiliki pengetahuan baik dan 18 remaja (30%) dengan pengetahuan cukup. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gambaran kesehatan remaja di SMP YPPKK Moria Sorong yaitu ada yang tidak terindikasi gangguan, ada yang terindikasi kecemasan dan depresi serta PTSD. Pengetahuan remaja di SMP YPPKK Moria Sorong mengalami peningkatan dari kurang menjadi baik dan cukup setelah pemberian edukasi tentang pentingnya kesehatan jiwa bagi remaja. Kata Kunci: Deteksi Dini, Pengetahuan, Kesehatan Jiwa, Remaja  ABSTRACT Mental health is a very important things for teenagers at school, because good learning behavior is encouraged by a healthy, good or normal mental condition. Mental health also contributes to bodily health and overall well-being. Purpose to carry out early detection of mental health problems and increase knowledge about mental health in adolescents. Method in the form of early detection by completing the SRQ-29 instrument in the Malamoi dialect (Self Reporting Questionnaire 29) and mental health education. The number of participants in the activity was 60 young students at YPPKK Moria Sorong Middle School. Result of this service activity went well and smoothly. Based on the results of early detection, it was found that the majority of adolescent participants had no indication of mental health problems, 32 people (53.35%), anxiety and depression 18 people (30%), and PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) 10 people (16.7%). The mental health education provided also increases teenagers' knowledge before and after providing education. Before education, there were 60 teenagers (100%) with poor knowledge, after education 42 teenagers (70%) had good knowledge and 18 teenagers (30%) had sufficient knowledge. The description of the health of teenagers at YPPKK Moria Sorong Middle School is that some have no indication of a disorder, some have indications of anxiety and depression as well as PTSD. The knowledge of teenagers at YPPKK Moria Sorong Middle School has increased from poor to good and sufficient about the importance of mental health for teenagers. Keywords: Early Detection, Knowledge, Mental Health, Adolescents
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Nur ‘Azmi Fauziyah; Rizqi Alvian Fabanyo; Serly Agustin Marcus
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.137

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kekurangan asupan gizi jangka panjang yang diperburuk oleh sanitasi dan lingkungan yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan air bersih, kepemilikan jamban sehat, dan status sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Malawili Kabupaten Sorong. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 33 ibu atau wali balita usia 0–59 bulan di Kampung Maibo yang dipilih menggunakan simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan air bersih (p = 0,031) dan kepemilikan jamban sehat (p = 0,013) dengan kejadian stunting. Namun, status sosial ekonomi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,534). Kesimpulannya, faktor sanitasi berperan penting terhadap kejadian stunting, sehingga diperlukan upaya peningkatan akses air bersih dan kepemilikan jamban sehat sebagai bagian dari pencegahan stunting.
HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Nur Hafni Hasyim; Alva Cherry Mustamu; Rizqi Alvian Fabanyo
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.140

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak usia dini yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu faktor risiko stunting adalah pernikahan dini, yang dapat memengaruhi kesiapan ibu dalam kehamilan dan pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian stunting pada anak usia 0–2 tahun di Kampung Maibo, wilayah kerja Puskesmas Malawili, Kabupaten Sorong. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 56 ibu yang memiliki anak usia 0–2 tahun dan dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 61,1% ibu menikah pada usia <18 tahun, dengan kejadian stunting sebesar 83,3% kategori pendek dan 16,7% sangat pendek. Terdapat hubungan signifikan antara pernikahan dini dan kejadian stunting (p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya pencegahan pernikahan dini sebagai strategi penurunan stunting.
EFEKTIVITAS WALKING EXERCISE TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Dellilah Ainun Safitri; Rizqi Alvian Fabanyo; Yehud Maryen
Nursing Arts Vol. 20 No. 1 (2026): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v20i1.237

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada lansia. Walking exercise merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang berpotensi membantu mengendalikan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas walking exercise pada lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Mariat. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen two-group pretest–posttest dengan 22 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Intervensi dilakukan selama satu minggu (3 sesi, masing-masing 30 menit). Kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer dan dianalisis dengan paired t-test serta independent t-test. Hasil menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan pada kelompok intervensi (p < 0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (p > 0,05). Walking exercise efektif sebagai terapi pendamping non-farmakologis untuk mengendalikan kadar glukosa darah pada lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA Nurfita Rumakefing; Rizqi Alvian Fabanyo; Serly A. Marcus
Nursing Arts Vol. 20 No. 1 (2026): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v20i1.247

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah dan disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, atau jamur. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Dum, Kota Sorong. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 47 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi (p=0,050) dan pengetahuan keluarga (p=0,042) berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Sebaliknya, perilaku merokok keluarga (p=0,088), status imunisasi (p=0,391), dan ventilasi rumah (p=0,309) tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian ISPA. Disimpulkan bahwa status gizi dan pengetahuan keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Dum, Kota Sorong.
PENGARUH HEALTH EDUCATION TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN LIMITOR UNTUK MENCEGAH PERKEMBANGBIAKAN LARVA NYAMUK MALARIA Nursan Rahayaan; Yehud Maryen; Rizqi Alvian Fabanyo
Nursing Arts Vol. 20 No. 1 (2026): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v20i1.248

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah tropis dan subtropis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh health education terhadap tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan limitor untuk mencegah perkembangbiakan larva nyamuk malaria di Pulau Arar, wilayah kerja Puskesmas Mayamuk, Kabupaten Sorong. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sebanyak 97 responden dipilih dari populasi 150 orang menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon setelah uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian health education (p=0,001). Disimpulkan bahwa health education efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan limitor sebagai upaya pencegahan perkembangbiakan larva nyamuk malaria.