Naswah Mirzanty
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERKAWINAN PAKSA DALAM NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM KARYA DIAN PURNOMO Naswah Mirzanty; Setiaji Alfikal Mulki
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 7, No 1 (2023): JURNAL LITERASI APRIL 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v7i1.10230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui bagaimana bentuk perkawinan paksa yang dialami tokoh Gadis Pantai dalam Novel Gadis Pantai dan tokoh Magi pada Novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam, 2) mengetahui sebab terjadinya perkawinan paksa yang dialami kedua tokoh tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra bandingan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Peneliti melakukan pembacaan secara heuristik. Pembacaan heuristik merupakan pembacaan yang dilakukan dengan teliti kemudian membuat klasifikasi. Objek penelitian berupa Novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer dan Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan berbedaan dalam bentuk dan sebab terjadinya perkawinan paksa dalam Novel Gadis Pantai dan Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam. Persamaan bentuk perkawinan paksa terletak dari kehendak orang tua tokoh utama yang menyerahkan tokoh utama kepada orang lain untuk dinikahkan. Perbedaannya terletak dari bagaimana cara orang tua menyerahkan tokoh utama kepada calon pasangannya. Pada novel Gadis Pantai, orang tua Gadis Pantai mengantarkan ke kediaman calon pasangannya. Sedangkan pada Novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam, orang tua Magi menyerahkan Magi yang telah diculik atau ditangkap oleh calon pasangannya. Perbedaan juga terlihat pada sebab perkawinan paksa yang dialami tokoh utama. Pada Novel Gadis Pantai sebab terjadinya perkawinan paksa adalah keadaan ekonomi keluarga Gadis Pantai. Sedangkan pada Novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam sebab terjadinya perkawinan paksa karena adanya penculikan terhadap Magi yang membuat ayah Magi mau tidak mau menjalankan adat Sumba berupa tradisi kawin tangkap.