Latar belakang: Nyeri menstruasi (Dismenore) merupakan gejala nyeri pada perut bagian bawah disertai dengan gejala biologis yang terjadi baik sebelum maupun selama menstruasi. Kondisi ini meyebabkan terganggunya aktifitas sehari-hari akibat rasa yang tidak nyaman. Prevalensi nyeri menstruasi di Indonesia sebanyak 55%, terdapat 15% di antaranya mengeluh tidak aktif berkegiatan karena dismenore. Terapi non farmakologi khususnya manipulative body therapies salah satunya Massage Effleurage dapat digunakan sebagai upaya pengobatan non farmakologis untuk mengurangi intensitas nyeri menstruasi. Massage Effleurage ini memiliki berbagai macam manfaat salah satunya dapat mengurangi ketegangan pada otot sehingga dapat menurunkan intensitas nyeri. Tujuan: Mengetahui efek massage effleurage terhadap menurunnya intensitas nyeri menstruasi. Metode: Kajian literature ini menggunakan metode PICOS framework untuk mencari artikel pada database seperti Google Scholar, Science Direct. Artikel yang digunakan sebanyak 7 artikel dalam rentang 2018-2021 dan jenis penelitian Quasi-experimental dan Clinical trial study. Hasil : Karakteristik responden mayoritas memiliki siklus menstruasi yang teratur, dengan rentang 14 tahun – 43 tahun. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa intensitas nyeri sebelum intervensi adalah sedang dan intensitas sesudah diberikan intervensi adalah ringan.  Kesimpulan : Terdapat penurunan intensitas nyeri menstruasi dalam pemberian terapi massage berdasarkan konsep Gate Control Theory. Saran : Diharapkan terapi manipulatif dapat menjadi rekomendasi dalam pelayanan di fasilitas kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan reproduksi sehat. Kata Kunci: Efektifitas, Massage Effleurage, Nyeri Menstruasi.