Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara karakter ideal pelayan gereja sebagaimana diajarkan dalam Alkitab dengan realitas pelayanan gereja masa kini yang masih menghadapi berbagai tantangan integritas, kerendahan hati, dan kesetiaan dalam pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan kajian teologis yang memberikan dasar alkitabiah mengenai karakter pelayan gereja berdasarkan teladan Rasul Paulus. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pelayanan Paulus dalam Kisah Para Rasul 20:17–25 serta menjelaskan penerapannya bagi pembentukan karakter pelayan gereja masa kini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui penelaahan terhadap Alkitab dan berbagai literatur yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi nilai-nilai teologis yang terkandung dalam perikop tersebut dan relevansinya terhadap konteks pelayanan gereja saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teladan Paulus menampilkan karakter pelayan yang rendah hati, setia kepada panggilan Allah, berani menghadapi penderitaan, memiliki integritas, bertanggung jawab dalam memberitakan firman, serta mengutamakan kehendak Tuhan di atas kepentingan pribadi. Nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk diterapkan dalam pelayanan gereja masa kini sebagai landasan pembentukan karakter pelayan yang berorientasi pada Kristus. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penerapan teladan Paulus dapat menjadi pedoman teologis dan praktis bagi gereja dalam membina pelayan yang memiliki karakter alkitabiah, sehingga pelayanan yang dilakukan semakin efektif, bertanggung jawab, dan menjadi kesaksian yang membangun bagi jemaat serta masyarakat.