This Author published in this journals
All Journal TEKNIK Metalurgi
Lutviasari Nuraini
Pusat Penelitian Metalurgi dan Material, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Inhibitor Korosi Berbasis Imidazoline Salt Pada Brine Water Di Pipa Penyalur Minyak Mentah [Studies of Imidazoline Salt Inhibitor for Brine Water in Crude Oil Pipeline] Lutviasari Nuraini; Gadang Priyotomo; Ronald Nasoetion; Harsisto Harsisto
Metalurgi Vol 31, No 2 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 2 Agustus 2016
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.431 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v31i2.62

Abstract

A study of imidazoline salt inhibitor for brine water in crude oil pipeline was carried out using tafel polarization test, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). A type of specimen used in this research is API 5L grade B. The solution of brine water came from fluid in crude oil pipeline. The addition of commercial inhibitor of imidazoline salt base was conducted with range of 3-40 ppm for polarization test and range of 3-20 ppm for EIS test. The addition of imidazoline salt at 3-20 ppm is effective to decrease corrosion rate and to increase inhibitor efficiency up to 95% . The resistance of adsorbed molecule layer increase with the addition of inhibitor compared without inhibitor, where this addition could decrease the electrochemical reaction on the surface. The decrease of corrosion rate took place due to the presence of adsorbed thin layer in metal surface.AbstrakStudi kinerja inhibitor imidazoline salt pada brine water di pipa penyalur minyak mentah dilakukandengan melakukan pengujian tafel, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Jenis spesimen uji baja yang digunakan dalam penelitian adalah API 5L dan larutan brine water berasal dari 70% dari total fluida di pipa penyalur minyak mentah. Penambahan inhibitor komersial berbasis imidazoline salt dilakukan dengan variasi 3 - 40 ppm untuk pengujian polarisasi dan variasi 3 - 20 ppm untuk pengujian EIS. Penambahan inhibitor berbasis imidazoline salt antara 3 – 20 ppm secara efektif dapat menurunkan nilai laju korosi dan meningkatkan efisiensi inhibitor hingga 95%. Tahanan lapisan adsorpsi molekul dengan penambahan inhibitor meningkat dibandingkan kondisi tanpa inhibitor, dimana hal ini dapat menurunkan aktifitas reaksi elektrokimia di permukaan baja. Penurunan laju korosi terjadi dikarenakan pembentukan lapisan tipis yang teradsopsi di permukaan logam.
Studi Korosi Baja Galvanis Melalui Perlakuan Ekspos Di Lingkungan Perairan Sungai Cidaho - Sukabumi Ahmad Royani; Gadang Priyotomo; Hadi Gunawan; Joko Triwardono; Lutviasari Nuraini; Siska Prifiharni; Heri Nugraha; Sugiarti Sugiarti; Sundjono Sundjono
TEKNIK Vol 41, No 1 (2020)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.12 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v41i1.24709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari korosi pada baja galvanis setelah diekspos di Sungai Cidaho Wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Kehilangan berat baja galvanis diukur dengan metode pengurangan berat setelah diekspos untuk periode waktu tertentu di permukaan air sungai dan kedalaman air 1 meter. Morfologi permukaan dan komposisi produk korosinya dianalisismenggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) - Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) dan X-Raya Diffraction (XRD). Setelah diekspos, seluruh permukaan baja galvanis tertutup oleh produk korosi. Hasil berat yang hilang dari baja galvanis setelah diekspos 76 hari adalah 1,37 mg/cm2 pada permukaan air sungai dan 7,83 mg/cm2 untuk kedalaman air 1 meter. Peningkatan kerusakan dari baja galvanis ini terjadi karena tidak terbentuk lapisan protektif akibat tergerus arus sungai. Produk korosi yang dominan pada baja galvanis yang diekspos pada kedalaman 1 meter adalah senyawa Zincite (ZnO). Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan baja galvanis tidak cocok untuk lingkungan di kedalaman air