Jaringan distribusi adalah system yang langsung berhubungan dengan konsumen, yang mempunyai fungsi pokok mendistribusikan air yang tersedia. Kondisi air pada sistem jaringan distribusi terbagi atas dua parameter penting, yakni berkaitan dengan kualitas dan sistem hidrolisnya. Banyak faktor yang mempengaruhi kedua parameter tersebut. Maksud dari peulisan ini adalah untuk menganalisa jaringan distribusi air degan menggunakan bantuan program Epanet 2.0 yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi hidrolis jaringan distribusi. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Objek kajian pada penulisan ini adalah pipa primer dan pipa sekunder dari jaringan distribusi di BTP yang disimulasikan di epanet. Dari simulasi Epanet terhadap Pipa eksisting PDAM pada pipa sekunder ditemukan tidak optimal bekerja terhadap debit yang diperlukan yakni pada pipa 10, 14,18, dan 20. Penelitian ini menyimpulkan Terdapat 4 node yang memiliki hasil negatif terhadap nilai sisa tekan yang dihasilkan maka diperlukan beberapa penyesuaian terhadap jaringan pipa yang sudah tidak mampu secara optimal mengalirkan air jika ditinjau dari segi kondisi hidrolis, upaya perbaikan yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan penyusaian diameter pipa sehingga dapat tercapai kondisi hidrolis yang diinginkan.