Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MODEL OFF-LINE UNTUK SIMULASI PROSES PEMURNIAN BAJA DI VACUUM TANK DEGASSER (VTD) [Off-Line Model for Refining Steel Process Simulation in Vacuum Tank Degasser (VTD) Zulhan, Zulfiadi
Metalurgi Vol 27, No 2 (2012): Metalurgi Vol. 27 No. 2 Agustus 2012
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.546 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v27i2.145

Abstract

MODEL OFF-LINE UNTUK SIMULASI PROSES PEMURNIAN BAJA DI VACUUM TANKDEGASSER (VTD). Teknologi vacuum tank degasser (VTD) telah diaplikasikan di industri baja untukmenghasilkan produk baja yang berkualitas tinggi terutama untuk produk-produk yang mempunyai kandungangas-gas terlarut (hidrogen dan nitrogen) rendah, serta kandungan karbon dan sulfur sangat rendah. Model off-linedikembangkan untuk mensimulasikan tahapan proses yang terjadi pada proses VTD yaitu mulai dari ladle tiba diVTD, proses pemvakuman, flooding hingga baja selesai diperlakukan di VTD. Selain itu, model ini dapatdigunakan sebagai Level 2 pengontrolan proses yang dilakukan secara on-line. Perubahan temperatur, komposisikarbon, gas-gas terlarut, sulfur, serta kemungkinan terjadinya boiling di VTD sebagai fungsi waktu dapatdiprediksi dengan model off-line ini.AbstractOFF-LINE MODEL FOR REFINING STEEL PROCESS SIMULATION IN VACUUM TANK DEGASSER(VTD). Vacuum Tank Degasser (VTD) has been applied in industry to produce high quality steel especially forsteel products which have low hydrogen and nitrogen contents as well as ultra low carbon and sulphur contents.An off-line model was developed and presented in this paper to simulate process steps to be performed on VTDstarting from ladle arriving treatment position, vacuum treatment, flooding till treatment end. Furthermore, thisoff-line model could be used as Level 2 automation control system for operator guider. Steel temperature,carbon, nitrogen, hydrogen and sulphur contents and the possibility for steel boiling during vacuum treatmentcan be predicted using this model.
ASPEK TEKNOLOGI DAN EKONOMI PEMBANGUNAN PABRIK PENGOLAHAN BIJIH BESI MENJADI PRODUK BAJA DI INDONESIA[Technological and Economical Aspects of The Intallation of Iron Ore Processing Plant to Produce Steel In Indonesia.] Zulhan, Zulfiadi
Metalurgi Vol 28, No 2 (2013): Metalurgi Vol.28 No.2 Agustus 2013
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1519.025 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v28i2.252

Abstract

ASPEK TEKNOLOGI DAN EKONOMI PEMBANGUNAN PABRIK PENGOLAHAN BIJIH BESI MENJADI PRODUK BAJA DI INDONESIA. Pabrik baja yang beroperasi di Indonesia pada umumnya masih bergantung pada bahan baku dari luar, baik bijih besi maupun besi tua (steel scrap). Pengolahan bijih besi dalam negeri menjadi produk besi spons diharapkan dapat mensubstitusi besi tua sebagai bahan baku pembuatan baja dengan teknologi berbasis EAF. Bijih besi Indonesia dikelompokkan menjadi tiga yaitu bijih besi primer (hematit dan magnetit), bijih besi laterit dan pasir besi. Cadangan bijih besi Indonesia didominasi oleh bijih besi laterit, maka teknologi dan jalur proses yang sesuai untuk mengolah bijih besi laterit ini sebaiknya dikaji lebih dalam untuk mendapatkan proses yang optimum dan efisien serta produk baja yang mempunyai nilai jual tinggi. Harga gas alam di dalam negeri mempunyai kecenderungan untuk meningkat, oleh karenanya teknologi yang disarankan untuk mengolah bijih besi Indonesia adalah teknologi direct reduction berbasis batubara (rotary kiln) atau blast furnace untuk pabrik dengan kapasitas besar. Ketergantungan pada kokas (coking coal) merupakan kelemahan dari teknologi blast furnace. Perbandingan capex dan opex dari blast furnace dan rotary kiln diuraikan pada tulisan ini. Biaya produksi pembuatan baja menggunakan jalur proses rotary kiln – electric arc furnace dan blast furnace – basic oxygen furnace adalah hampir sama yaitu sekitar 500 USD/ton. AbstractRaw material for steel production in Indonesia is still imported either in the form of iron ore or steel scrap.The utilization of domestic iron ore to produce sponge iron might substitute steel scrap as raw material forEAF-based steelmaking. Indonesian iron ore can be classified into primary iron ore (hematite and magnetite),lateritic iron ore and iron sand. Lateritic iron ore is more dominant in Indonesia, therefore the suitabletechnology and process route shall be studied in order to obtain an optimum and efficient process as well asto produce high quality steel. The domestic price of natural gas tends to increase in the following years,therefore coal based direct reduction technology (e.g. rotary kiln) or blast furnace for high productioncapacity should be installed. The scarcity of domestic coking coal fo coke production is the limitation by theapplication of blast furnace technology. The comparison of capex and opex of blast furnace and rotary kilniron making is described in this paper. The steel production cost using rotary kiln – electric arc furnace routeor blast furnace – basic oxygen furnace route is nearly the same (around 500 USD/ton).
PENGARUH WAKTU TINGGAL TERHADAP PRODUK FERROMANGAN HASIL SMELTING DALAM TANUR BUSUR LISTRIK MINI Yayat Iman Supriatna; Zulfiadi Zulhan; Florentinus Firdiyono
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2016
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.794 KB) | DOI: 10.30556/jtmb.Vol12.No02.2016.122

Abstract

Mangan merupakan elemen strategis yang memiliki beberapa aplikasi penting dalam dunia industri. Sampai saat ini 90% produksi mangan di dunia dikonsumsi oleh industri baja dalam bentuk ferromangan. Mangan sebagai unsur pemadu ditambahkan dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan, keuletan, kekerasan, mampu kerja dan ketahanan dari produk, khususnya baja. Kebutuhan ferromangan untuk pembuatan baja kasar adalah 10,6 kg FeMn/ton baja kasar. Sebagian besar dari kebutuhan ferromangan Indonesia dipenuhi melalui impor. Indonesia memiliki potensi cadangan mangan cukup besar tetapi berupa bijih mangan kadar rendah. Oleh karena itu, pada penelitian ini dipelajari proses pembuatan ferromangan dari bijih mangan lokal dengan reduktor kokas. Percobaan pendahuluan dilakukan untuk mempelajari pengaruh waktu tinggal terhadap proses pembuatan ferromangan dengan variasi waktu tinggal yaitu 40, 50, dan 60 menit dengan variabel tetap kokas 5,5 kg, batu kapur 7,5 kg dan bijih mangan 30 kg. Hasil terbaik dari percobaan pendahuluan diperoleh pada waktu proses 60 menit dengan produk ferromangan 4,5kg dan kadar 69,69%Mn. Pengaruh waktu tinggal dipelajari lebih lanjut dengan varibel tetap kokas 8 kg, batu kapur 7 kg dan bijih mangan 30 kg untuk setiap variasi waktu 60, 70 dan 90 menit. Produk dan terak hasil percobaan kemudian dianalisis menggunakan AAS dan OES. Hasil terbaik untuk variasi waktu tinggal yaitu 70 menit dengan hasil 6,95 kg FeMn, kadar 77,42%Mn dan % ekstraksi mangan 53,83%. Hasil yang diperoleh menunjukan ferromangan dengan kadar Mn ≥ 60% dapat dibuat dari bijh mangan kadar rendah Indonesia dalam tanur busur listrik mini pada tekanan atmosfer. Kata kunci : Ferromangan, kokas, waktu tinggal, tanur busur listrik mini. 
THERMODYNAMIC SIMULATION AND VALIDATION EXPERIMENT OF NEODYMIUM OXIDE REDUCTION INTO METALLIC NEODYMIUM BY METALLOTHERMIC PROCESS Isyatun Rodliyah; Andina Septiarani; Hasudungan Erick Mamby; Zulfiadi Zulhan; Cristina Alberia Sitompul
Indonesian Mining Journal Vol 21, No 1 (2018): INDONESIAN MINING JOURNAL, Vol. 21 No. 1, April 2018
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1854.764 KB) | DOI: 10.30556/imj.Vol21.No1.2018.661

Abstract

Neodymium (Nd) is one of the rare-earth elements (REEs) found in significant amount within monazite and bastnasite minerals. Nd is a ferromagnetic metal that is often used as a material to produce magnet, commonly known as a permanent magnet. Neodymium is alloyed with other metals such as iron and boron to form one of the strongest types of permanent magnet. This research aim is to study the reduction process of Nd-oxide into Nd-metal through the metallothermic process. The Nd metal product is expected to fulfill the material specification for a permanent magnet. Thermodynamics simulation of Nd reduction into its metal was conducted using ITB’s licensed Factsage software. A validation experiment was conducted only to the Nd metal resulting simulation. The simulations involved some parameters, i.e. temperatures (600, 700, 800, 900, 1000, 1100 and 1200 °C), types of fluxes  (CaCl2and Ca(OH)2), composition of the reducing agent (1x, 2x dan 3x of the stoichiometric calculations), types of the reducing agents (Ca and Mg), and types of feeds used (Nd-oxide and Nd-chloride). The thermodynamic simulation shows that Nd metal was produced in a condition where the temperature should be1100-1200 °C using Ca as the reducing agent and CaCl2 as the flux, while the amount of reducing agent has no effect on the resulted product. Validation result of the simulations shows that the Nd metal is formed up to 49% metal in a non-oxidative condition.
ASPEK TEKNOLOGI DAN EKONOMI PEMBANGUNAN PABRIK PENGOLAHAN BIJIH BESI MENJADI PRODUK BAJA DI INDONESIA[Technological and Economical Aspects of The Intallation of Iron Ore Processing Plant to Produce Steel In Indonesia.] Zulfiadi Zulhan
Metalurgi Vol 28, No 2 (2013): Metalurgi Vol.28 No.2 Agustus 2013
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1519.025 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v28i2.252

Abstract

MODEL OFF-LINE UNTUK SIMULASI PROSES PEMURNIAN BAJA DI VACUUM TANK DEGASSER (VTD) [Off-Line Model for Refining Steel Process Simulation in Vacuum Tank Degasser (VTD) Zulfiadi Zulhan
Metalurgi Vol 27, No 2 (2012): Metalurgi Vol. 27 No. 2 Agustus 2012
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.546 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v27i2.145

Abstract

PRODUKSI BESI DAN TERAK TITANIUM KADAR TINGGI DARI KONSENTRAT PASIR BESI ATAU TITANOMAGNETIT: ULASAN LITERATUR [PRODUCTION OF IRON AND HIGH PURITY TITANIUM SLAG FROM IRON SAND OR TITANOMAGNETITE CONCENTRATE: LITERATURE REVIEW] Safira Fitri; Zulfiadi Zulhan; Imam Santoso
Metalurgi Vol 36, No 3 (2021): Metalurgi Vol. 36 No. 3 Desember 2021
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.142 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v36i3.580

Abstract

Pasir besi atau titanomagnetit ditemukan di wilayah pesisir pantai Indonesia yang tersebar dari Aceh hingga pantai utara Papua. Kandungan logam berharga seperti besi, titanium, dan vanadium belum dimanfaatkan dengan baik karena hingga saat ini belum ada pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri yang mampu mengolah pasir besi hingga menjadi produk akhir dengan nilai tambah yang tinggi. Perusahaan di dalam negeri hanya mampu mengolah pasir besi hingga menjadi konsentrat. Ulasan literatur ini disusun dengan harapan dapat menjadi salah satu langkah awal perkembangan teknologi pengolahan dan pemurnian pasir besi di Indonesia. Hasil ulasan literatur menunjukkan bahwa pasir besi atau titanomagnetit telah diproses baik menggunakan teknologi rotary kiln – electric furnace maupun tanur tiup (blast furnace). Penelitian terus berkembang ke arah teknologi reduksi langsung karena kemungkinannya untuk menghasilkan terak titanium dengan kadar tinggi. Artikel ini juga membandingkan parameter yang berpengaruh dalam proses reduksi langsung konsentrat pasir besi atau titanomagnetit yang terdiri dari pengaruh reaktor, reduktor, temperatur proses, dan penambahan bahan imbuh. Rekomendasi juga diberikan sebagai saran untuk perkembangan penelitian selanjutnya dalam reduksi konsentrat pasir besi atau titanomagnetit.
PENGARUH WAKTU TINGGAL TERHADAP PRODUK FERROMANGAN HASIL SMELTING DALAM TANUR BUSUR LISTRIK MINI Yayat Iman Supriatna; Zulfiadi Zulhan; Florentinus Firdiyono
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2016
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol12.No02.2016.122

Abstract

Mangan merupakan elemen strategis yang memiliki beberapa aplikasi penting dalam dunia industri. Sampai saat ini 90% produksi mangan di dunia dikonsumsi oleh industri baja dalam bentuk ferromangan. Mangan sebagai unsur pemadu ditambahkan dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan, keuletan, kekerasan, mampu kerja dan ketahanan dari produk, khususnya baja. Kebutuhan ferromangan untuk pembuatan baja kasar adalah 10,6 kg FeMn/ton baja kasar. Sebagian besar dari kebutuhan ferromangan Indonesia dipenuhi melalui impor. Indonesia memiliki potensi cadangan mangan cukup besar tetapi berupa bijih mangan kadar rendah. Oleh karena itu, pada penelitian ini dipelajari proses pembuatan ferromangan dari bijih mangan lokal dengan reduktor kokas. Percobaan pendahuluan dilakukan untuk mempelajari pengaruh waktu tinggal terhadap proses pembuatan ferromangan dengan variasi waktu tinggal yaitu 40, 50, dan 60 menit dengan variabel tetap kokas 5,5 kg, batu kapur 7,5 kg dan bijih mangan 30 kg. Hasil terbaik dari percobaan pendahuluan diperoleh pada waktu proses 60 menit dengan produk ferromangan 4,5kg dan kadar 69,69%Mn. Pengaruh waktu tinggal dipelajari lebih lanjut dengan varibel tetap kokas 8 kg, batu kapur 7 kg dan bijih mangan 30 kg untuk setiap variasi waktu 60, 70 dan 90 menit. Produk dan terak hasil percobaan kemudian dianalisis menggunakan AAS dan OES. Hasil terbaik untuk variasi waktu tinggal yaitu 70 menit dengan hasil 6,95 kg FeMn, kadar 77,42%Mn dan % ekstraksi mangan 53,83%. Hasil yang diperoleh menunjukan ferromangan dengan kadar Mn ≥ 60% dapat dibuat dari bijh mangan kadar rendah Indonesia dalam tanur busur listrik mini pada tekanan atmosfer. Kata kunci : Ferromangan, kokas, waktu tinggal, tanur busur listrik mini.