Muhammad Solihin Pranoto
STAI Syekh H Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Menguatkan Pondasi Keagamaan Siswa di Desa Empus Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Muhammad Solihin Pranoto
Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/maslahah.v4i2.497

Abstract

The purpose of study was determine the role of the PAI teacher in strengthening the religious foundations of students in Empus Village, Bahorok District Langkat Regency. The role PAI teachers in the teaching and learning process determines the final result of students. PAI teachers are not only required to teach but must be able to foster moral norms or the character of their students. PAI teachers are spritual father for students, who provide food and knowledge, moral development (noble character)and correct the bad behavior of their students. Therefore religious teachers have a high position in Islam. According to Al-Ghazali, the main task of the PAI teacher is to perfect, clean, purify and bring the human heart closer to Allah SWT. PAI teachers have roles that require them to guide their student know God (Akidah), Al-Qur’an along with the procedures for reading it, and Syari’at (Fiqh).
Sejarah Pembagian Ilmu Menurut Ibnu Sina, Al Ghazali, dan Mulla Sadra Muhammad Solihin Pranoto
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v2i2.1847

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Sejarah Pembagian Ilmu Menurut Ibnu Sina, Al Ghazali dan Mulla Sadra yang dikaji dari sisi etimologis dan historis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana manusia memahami tentang Ilmu dengan pandangan Filosof Muslim Ibnu Sina, Al Ghazali dan Mulla Sadra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data diperoleh berupa ide, pendapat dan keyakinan yang argumentatif kemudian diolah dengan analisa kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh bahwa Ibn Sina mengklasifikasikan ilmu menjadi dua, yaitu ilmu teoritis (hikmah nadzariyah) bertujuan untuk membersihkan jiwa melalui ma’rifat, yaitu ilmu yang membahas masalah-masalah metafisika (ketuhanan), matematika (riyadhiyah), dan fisika (thabi’iyah). Kedua, ilmu-ilmu praktis (‘Amaliyah), yaitu dalam bidang ilmu-ilmu praktis seperti etika (Khuluqiyah), mengatur pergaulan keluarga dalam rumah tangga, ekonomi (Tadbir al-Manzil), mengatur pergaulan umat dalam negara (Tadbir al-Madinah) dan kenabian (syari’ah). Sedangkan menurut Abu Hamid Al- Ghazali membagi ilmu menjadi empat sistem klasifikasi yang berbeda: Pertama, berdasarkan perbedaan antara intelek teoretis dan intelek praktis, yang umumnya diterapkan pada ilmu-ilmu agama, bukan filosofis. Kedua, pembagian pengetahuan menjadi pengetahuan huduri dan pengetahuan husuli yang didasarkan atas perbedaan tentang cara- cara mengetahui. Pengetahuan huduri terbebas dari kesalahan dan keraguan, yang memberikan kepastian tertinggi mengenai kebenaran- kebenaran spiritual. Ketiga, pembagian atas ilmu-ilmu agama (syari`ah) dan intelektual (`aqli,yah, gayr al- syari`ah), yang didasarkan atas pembedaan sumber wahyu dan sumber akal. Keempat, pembagian ilmu-ilmu menjadi fardlu ain dan fardlu kifayah, didasarkan atas perbedaan hukum keharusan dalam pencarian ilmu. “Ilmu nonagama” masih bisa diklasifikasikan kepada ilmu yang terpuji (mahmud), dibolehkan (mubah) dan tercela (madzmum). Adapun Mulla Shadra membagi kepada dua pembagian utama, Pertama, bersifat teoritis, yang mengacu kepada pengetahuan tentang segala sesuatu sebagaimana adanya. Perwujudannya tercermin dalam dunia akali, termasuk jiwa di dalamnya sebagai dikemukakan oleh Ibn Sina. Kedua, bersifat praktis, yang mengacu pada pencapaian kesempurnaan-kesempurnaan yang cocok bagi jiwa.