Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SERIAL KASUS HERNIA ABDOMINALIS: DIAGNOSIS CT SCAN PADA KASUS KEGAWATDARURATAN Amelia Kresna
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 13, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v13i1.3490

Abstract

Pendahuluan: Herniasi abdominal adalah protrusi organ-organ intraabdomen dari rongga abdomen melalui struktur anatomi normal maupun abnormal (defek) pada dinding abdomen yang lemah. Kelainan ini dapat ditegakkan pada pemeriksaan CT scan dan terkadang ditemukan insidental. Herniasi abdominal merupakan kasus yang penting karena kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi kegawatdaruratan abdomen seperti inkarserata, obstruksi usus, volvulus dan strangulasi yang memerlukan tindakan operasi segera. Tindakan operasi itu sendiri juga dapat menyebabkan hernia. Multidetector row computed tomography (CT scan) dengan kemampuan multiplanar sangat baik dalam memberikan informasi herniasi abdominal karena kemampuannya memberikan informasi akurat dalam mengidentifikasi lokasi hernia serrta struktur organ yang mengalami protrusi dan membedakannya dari massa abdomen lainnya, disamping pemeriksaan fisik.Laporan kasus: (1) Wanita usia 57 tahun dengan riwayat operasi dua kali dan keluhan utama saat ini kadang buang air besar berdarah. (2) Wanita usia 78 tahun dengan keluahan utama nyeri perut, sulit buang air besar, dan tidak bisa buang angin. (3) Laki-laki usia 78 tahun dengan keluhan utama teraba benjolan di skrotum sejak 2 tahun yang lalu, tidak ada keluhan buang air besar maupun buang air kecil.Diskusi: (1) Terlihat defek dari aponeurosis di hemiabdomen kanan dengan ukuran defek 3 cm, disertai protrusi usus dan omentum melalui defek tersebut. Diagnosis spigelian hernia. (2) Terlihat dilatasi dari usus halus dengan protrusi sebagian usus pada kanalis obturator yang terletak di antara m.obturator dan pektineus. Diagnosis sebagai ileus obstruktif et causa hernia obturator. (3). Terlihat dilatasi skrotum kiri yang terdiri dari usus, kelenjar limfe dan cairan intra cavum scrotum kiri, tidak tampak strangulasi usus. Temuan ini didiagnosis sebagai hernia skrotalis.Kesimpulan: CT scan merupakan modalitas pilihan yang utama dalam menegakkan diagnosis dan membedakan hernia abdominalis karena CT scan dapat memberikan informasi yang mendetil pada kasus-kasus ini.
Peranan Radioterapi Dalam Tatalaksana Kanker Serviks Data Erdian Mahendra; Tia Bonita; Amelia Kresna
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): JKRI - Januari 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi keempat di kalangan perempuan di berbagai belahan dunia, setelah kanker payudara, kolorektal, dan paru-paru. Salah satu modalitas terapi kanker serviks adalah radioterapi. Penelitian ini melakukan literature review untuk mengetahui peranan radioterapi dalam tatalaksana kanker serviks. Literature Review dilakukan dengan memanfaatkan teori-teori dan data-data penelitian melalui mesin pencari internet dengan mengakses sumber-sumber penelitian atau artikel ilmiah pada Google Scholar dan PubMed. Prinsip radioterapi melibatkan pemberian dosis radiasi yang cukup untuk mematikan tumor di area yang ditentukan. Radioterapi dapat diberikan dengan dua metode yaitu radiasi eksterna dan radiasi interna (Brakiterapi). Radioterapi menjadi pilihan utama dalam penatalaksanaan kanker serviks pada stadium awal dan lanjut. Kesimpulan: Selain sebagai pemeriksaan penunjang, ilmu radiologi memiliki peranan penting dalam tatalaksana kanker serviks. Namun, dalam pelaksanaannya, radioterapi tidak meningkatkan prognosis atau harapan hidup pasien kanker serviks, melainkan ditentukan berdasarkan stadium yang dialami. Oleh karena itu, deteksi dini kanker serviks dan pemberian terapi segera pada stadium awal sangat penting
Laporan Kasus : Gambaran Kongenital Kyphoscoliosis E.C. Hemivertebrae Thoracal 12 pada Anak 14 Tahun di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Slamet Garut Difa Ayu Zahranita H; Tika Mirantiayu; Amelia Kresna
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i2.6287

Abstract

Introduction: The vertebral column supports the body and protects the spinal cord. Hemivertebra is a congenital anomaly caused by partial failure of vertebral body formation, with scoliosis as its most common complication. Hemivertebra-related scoliosis is progressive and may lead to spinal imbalance and severe deformity. Diagnosis can be established using prenatal ultrasonography, plain radiography, CT, and MRI. Plain radiography is typically used as an initial examination due to its accessibility, but it has limitations in complex deformities. CT scanning with three-dimensional reconstruction provides detailed vertebral visualization for preoperative planning, while MRI enables comprehensive evaluation of neural axis abnormalities without radiation exposure.Case Report: A 14-year-old boy presented to RSUD dr. Slamet Garut with complaints of an asymmetric appearance of the back, accompanied by a progressively enlarging lump on the back and right-sided lower back pain for the past three years. The patient also reported easy fatigability and excessive sweating during physical activity. Past medical history revealed pulmonary tuberculosis at the age of six months, for which the patient had completed treatment with no residual symptoms. Growth and developmental history indicated delays in motor and speech development. A contrast-enhanced thoracolumbar MSCT scan from vertebra Th1 to the sacrum performed revealed severe congenital kyphoscoliosis secondary to a fully segmented hemivertebra at Th12, with absence of the left pedicle and 12th rib, accompanied by suspicion of posterior spinal canal narrowing.Conclusion:  A 14-year-old boy was diagnosed with severe congenital kyphoscoliosis caused by a fully segmented hemivertebra at Th12, accompanied by abnormalities of the left pedicle and 12th rib, as well as suspected posterior spinal canal narrowing.