Nadiya Zulfa
UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Architecture and Islamic Arts During The Abbasiyah Dynasty Nadiya Zulfa; Kholid Mawardi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.927

Abstract

Sebuah pemerintahan atau dinasti juga mengalami proses dalam fase pertumbuhan dan perkembangan; dari proses kelahiran, masa pertumbuhan hingga memasuki usia tua dan masa kehancuran. Hal ini dapat dibaca di halaman-halaman sejarah kekhalifahan (Khilāfah Rasyīdah) yang mengalami pasang surut hingga jatuhnya masa itu setelah kelahiran dinasti Abbasiyah. Dinasti Abbasiyah adalah dinasti kedua dalam sejarah pemerintahan Muslim. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan atau studi pustaka dimana peneliti mengandalkan berbagai literatur untuk memperoleh data penelitian dan menggunakan pendekatan kualitatif karena data yang dihasilkan berupa kata-kata atau deskripsi. Penelitian kepustakaan atau penelitian kepustakaan adalah penelitian dimana tempat kajiannya adalah sastra atau literatur. Hasilnya Di era pemerintahan Abbasiyah, buku-buku musik mulai disusun dalam seni musik, pendidikan musik, pabrik alat musik, dan bahkan kursus tari. Patung itu diwujudkan dalam pembangunan empat kubah dan kota baru Baghdad yang melingkar dan dikelilingi oleh alun-alun. Terjemahan sastra Persia dan Yunani juga dimulai. Karakteristik seni dan arsitektur Arab Islam dapat diamati dengan beberapa karakteristik, antara lain: pada masa-masa awal Islam, banyak dibuat dengan gambar tanaman dan gambar berdasarkan geometri. Sementara patung tidak dipraktekkan sama sekali, itu berkembang karena larangan ini diabaikan oleh khalifah setelah al-Khulafa arRashidun.