Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Rantai Pasok Terhadap Kinerja Penyedia Jasa Pembangunan Gedung Penunjang Akademik Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar Ashadi Ashadi; Abd. Karim Hadi; Watono Watono
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor rantai pasok konstruksi bangunan gedung dan pengaruh pengaruhnya terhadap kinerja penyedia jasa. Faktor-faktor rantai pasok yang dianalisis yaitu aliran informasi, aliran material, dan aliran finansial. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan bantuan kuisioner pada manajer proyek, site manajer, keuangan, logistik, pelaksana lapangan, HSE, drafter, quantity engineer, quality surveyor, team leader, tenaga ahli dan pengawas lapangan pada proyek pembangunan Gedung penunjang akademik politeknik ilmu pekayanan (PIP) Makassar. Metode statistik yang digunakan adalah analisis faktor konfirmatori untuk mengetahui faktor-faktor rantai pasok konstruksi, dan metode analisis model persamaan struktural dengan program SmartPLS versi 3.2.7, digunakan untuk mengetahui pengaruh rantai pasok terhadap kinerja penyedia jasa. Hasil penelitian menunjukkan aliran informasi dipengaruhi oleh indikator-indikator seperti re-schedule pekerjaan, DED tidak lengkap, kendala lapangan, intensitas rapat koordinasi dan keterlibatan sub kontraktor. Aliran material dipengaruhi oleh indikator volume material, spesifikasi material, load time material, inventori material dan reject material. Sedangkan aliran finansial dipengaruhi oleh kelancaran pembayaran, frekuensi pembayaran, arus dana proyek, dan perubahan harga material. Aliran material dan finansial berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja kontraktor, dimana aliran informasi memiliki korelasi terkuat terhadap kinerja penyedia jasa yaitu sebesar 0,865. Sedangkan aliran material dan aliran finansial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja kontraktor.
Individual Consultant Performance in School Revitalization: Administrative Strength and Monitoring Deficit Gunawan Abdullah; Ratna Musa; Abd. Karim Hadi
Journal of Green Complex Engineering Vol. 4 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v4i1.272

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengevaluasi kinerja Konsultan Individual yang mendampingi program revitalisasi SMP melalui mekanisme swakelola di Indonesia. Penelitian membandingkan tingkat kepentingan dan kinerja aktual menurut pemangku kepentingan, memetakan prioritas perbaikan, serta menjelaskan kesenjangan kinerja utama. Desain deskriptif potong lintang memadukan Importance–Performance Analysis dengan jawaban terbuka. Lima belas atribut—tujuh teknis, tiga administrasi, dan lima sosial/manajerial—dinilai oleh 28 responden dari delapan sekolah di Kota Makassar, meliputi P2SP, tim teknis, Dinas Pendidikan, dan koordinator tenaga ahli. Seluruh 30 item kepentingan dan kinerja dinyatakan valid, dengan reliabilitas sangat tinggi (Cronbach’s alpha 0,950 dan 0,977). Grand mean kepentingan (4,510) melebihi kinerja (4,321), menghasilkan gap keseluruhan −0,188 dan tingkat kesesuaian 95,83%. Seluruh atribut administrasi berada pada kuadran “Keep Up the Good Work”, sedangkan tidak ada atribut teknis pada kuadran tersebut. Pemantauan kemajuan fisik menjadi satu-satunya atribut “Concentrate Here” (kepentingan 4,54; kinerja 4,29; gap −0,250). Jawaban kualitatif mengaitkan kesenjangan dengan kunjungan yang tidak teratur dan beban sekolah binaan yang tinggi. Temuan menegaskan perlunya jadwal kunjungan terstruktur, pelaporan digital berbasis bukti, dan standar beban kerja. ABSTRACTThis study evaluates the performance of Individual Consultants who support Indonesia’s self-managed junior high school revitalization program. It compares stakeholder-rated importance and actual performance, maps improvement priorities, and explains the principal performance gap. A descriptive cross-sectional design combined Importance–Performance Analysis with open-ended responses. Fifteen attributes—seven technical, three administrative, and five social/managerial—were rated by 28 stakeholders from eight schools in Makassar, including school construction committees, technical teams, the municipal education office, and the expert coordinator. All 30 importance and performance items were valid, while reliability was very high (Cronbach’s alpha 0.950 and 0.977). The importance grand mean (4.510) exceeded performance (4.321), producing an overall gap of −0.188 and 95.83% conformance. Administrative verification and reporting occupied the “Keep Up the Good Work” quadrant in full, whereas no technical attribute did. Physical-progress monitoring was the only “Concentrate Here” attribute (importance 4.54; performance 4.29; gap −0.250). Qualitative responses associated the deficit with irregular visits and excessive school assignments. The findings show that documentary compliance can remain strong while field assurance weakens. Structured site-visit schedules, digital evidence-based reporting, and workload standards are therefore recommended.