Adrianus Yosia
Sekolah Citra Kasih

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Teologi Publik dan Pendidikan Agama Kristen K-12 di Indonesia: Suatu Eksplorasi Awal Adrianus Yosia
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 4, No 1 (2023): Kepemimpinan Kristen dan Pendidikan Kristiani - Juni 2023
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v4i1.140

Abstract

Religion’s role is emerging in Indonesian public life today while public theology is discussed more in academic discussions in Indonesia. Hence, this article discusses the conversation between public theology and religious study, especially in a primary and secondary education context, where the dialogue between them rarely happens. Also, the urgency of this article is the phenomenon that theology is one of the aspects that influences the Indonesian public space. Hence, religious education must embrace public theology. The result of the research is three perspectives regarding the impact of public theology on primary and secondary education, the purpose of education, and also the imagination of a teacher. Based on public theology, a school is a space for the dissemination of knowledge for the vision of the common good. Then, the purpose of the education itself is to bring the students to understand public issues and can contribute something to the issue. Lastly, a teacher is a public intellectual that can bring his student to know the world. Hence, with these results, religious education also can be more explicitly involved in the issues of the public.AbstrakBelakangan ini, terlihat bahwa peranan agama semakin santer di ruang publik Indonesia. Peranan agama yang semakin santer beriringan dengan pembahasan mengenai teologi publik di ruang akademik Indonesia. Lantas, tulisan ini adalah suatu inisiasi untuk mengaitkan teologi publik dengan Pendidikan Agama Kristen yang mana keterkaitan antara keduanya jarang dibahas. Selain itu, urgensi dari tulisan ini adalah suatu fenomena bahwa teologi pun merupakan salah aspek yang memengaruhi masyarakat Indonesia. Dengan demikian, Pendidikan Agama Kristen pun perlu untuk memeluk isu ini. Kajian ini akan dibangun berdasarkan studi interdisiplin PAK dan juga teologi publik. Hasil akhir dari tulisan ini adalah tiga perspektif mengenai teologi publik terhadap sekolah, tujuan pendidikan dan juga imajinasi guru. Berdasarkan teologi publik, sekolah adalah ruang diseminasi pengetahuan mengenai visi kemaslatan bersama. Lalu, tujuan pendidikan Kristen sendiri adalah untuk membawa peserta didik mengerti isu-isu publik dan dapat melakukan sesuatu di dalamnya. Terakhir, guru adalah seorang intelektual publik yang dapat membawa siswanya mengenal dunia. Kesimpulannya adalah bagaimana PAK pun dapat berbagian dalam perkembangan di ruang publik Indonesia lewat teologi publik.
MATEMATIKA DAN TEOLOGI PENCIPTAAN SEBAGAI BAHASA SEMESTA: Suatu Kajian Eksploratif-Reflektif Interdisipliner Terhadap Matematika dan Teologi Penciptaan Berdasarkan Kejadian 1:1-2:4a sebagai Dialog antara Dua Bidang Ilmu Adrianus Yosia
Aletheia Christian Educators Journal Vol. 5 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/aletheia.5.1.8-16

Abstract

Keterhubungan antara matematika dan juga kajian teologis merupakan salah satu isu yang pelik nan penting, terutama di dalam konteks pendidikan Kristen, termasuk di dalamnya K-12. Tulisan ini mengusulkan dialog antara matematika dengan teologi lewat imajinasi bahasa. Klaim yang ingin dibangun adalah bagaimana matematika dan juga teologi penciptaan yang dibangun dari Kejadian 1:1-2:4a dapat menjadi jembatan dialog yang solid antara matematika dan juga teologi. Hasil akhir dari diskusi ini adalah bagaimana matematika dan teologi penciptaan sejatinya membicarakan ide yang sama, yakni alam semesta ini. Lalu, keteraturan yang muncul di dalam “bahasa matematika” juga dapat disandingkan dengan teologi penciptaan.
Antara Matematika, Teologi dan Kota Adrianus Yosia
TRANSFORMATIO: Jurnal Teologi, Pendidikan, dan Misi Integral Vol 1 No 02 (2024): Transformatio: Jurnal Teologi, Pendidikan, dan Misi integral
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61719/Transformatio.A2412.012

Abstract

These days, urban expansion and its associated social and ecological challenges are unavoidable. The clever yet morally upright people who create changes in this circumstance are one of the answers. I argued that a K–12 education can aid in the formation of morally upright and competent individuals. My argument is that, in order for students to eventually transform the city, a theological foundation for mathematics instruction can help them improve their character and cognitive abilities. Because of this, a theological perspective on mathematics education can help students grow as individuals and advance society by enhancing their knowledge. In line with the assertion, I think that the definition of mathematics and theology, their shared goal, and the ways in which they might help students become more morally upright constitute the intersection of these two fields. Trust, direction, and articulation are the end results. Trust is an invitation to consider and devise solutions for ecological and social issues. Direction is an invitation to map out the answer based on completed reflection. Finally, articulation is the attempt to carry out a decision in light of reflection.