Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembiasaan ibadah pada peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Salsabila 1 Boarding School Sleman serta faktor pendukung dan penghambatnya. Data diperoleh dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan subjek penelitian ini adalah Guru Koordinator Ibadah dan Peserta Didik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dimulai dengan reduksi data, penyajian dan analisis data berupa uraian, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan/ verifikasi antara teori dengan praktek yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian adalah pelaksanaan pembiasaan pembiasaan ibadah shalat dzuhur dan ashar berjamaah dilaksanakan sesuai dengan waktu setempat dan telah memenuhi kriteria shalat berjamaah. Peserta didik tidak diawasi oleh guru pada saat pelaksanaan shalat, pengawasan hanya dilakukan di tempat wudhu untuk mengkondisikan agar peserta didik tidak berlama-lama berada di tempat wudhu. Sedangkan pelaksanaan pembiasaan ibadah membaca asmaul husna telah terlaksana dengan tertib, peserta didik membacakan 99 asmaul husna dan ditutup dengan doa asmaul husna. Faktor pendukung pelaksanaan pembiasaan ibadah di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Salsabila 1 Boarding School Sleman yaitu fasilitas yang memadai, adanya adzan pengingat, terdapat jadwal untuk imam dan muadzin, guru piket yang mengkondisikan siswa, dewan guru yang turut serta dalam pelaksanaan pembiasaan ibadah membaca asmaul husna serta bantuan dari anggota OSIS untuk mengatur barisan dan memimpin pelaksanaan pembiasaan membaca asmaul husna. Adapun faktor penghambat pelaksanaan pembiasaan ibadah di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Salsabila 1 Boarding School Sleman yaitu tempat wudhu laki-laki yang berada di luar ruangan, tempat wudhu perempuan yang berjumlah sedikit, tidak adanya pengawasan langsung dari pihak sekolah, tempat pelaksanaan pembiasaan ibadah asmaul husna di halaman terbuka dan beberapa siswa tidak turut serta membaca asmaul husna.