Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manusia Sebagai Gambar Dan Rupa Allah Adi Haryono Sianturi; Zulkarnain Siagian; Janhotner Saragih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1606

Abstract

Manusia sebagai ciptaan manusia, seringkali mendapat klaim sebagai mahkota ciptaan. Klaim ini ternyata berdampak negatif di era postmodern ini. Dampaknya terjadi secara alami dan mengalir begitu saja. menghasilkan saat ini, kepedulian dan kemanusiaan otomatis tergerus oleh zaman. Selain itu, keserakahan dan kerakusan menjadikan manusia sebagai raja atas ciptaan lainnya sehingga berdampak pada eksploitasi ciptaan. Oleh karena itu, perlu ada konstruksi teologis tentang manusia, dari mahkota ciptaan hingga menjadi mitra Tuhan dalam misi-Nya. Jadi, jika pemahaman teologis manusia berubah dari tradisional ke kontekstual, ada harapan untuk mengubah tindakan manusia terhadap Tuhan, sesama, dan ciptaan-Nya. Jika manusia memiliki kesadaran bahwa dirinya adalah Imago Dei, maka akan membawa manusia untuk membangun kepedulian terhadap sesama dan akan membuat manusia menggunakan teknologi sebagai alat Alam Tuhan bukan tujuan hidupnya.
Kajian Dogmatis Atas Penerimaan Terhadap Warga Difabel Dalam Persekutuan Gereja Gabriel Panggabean; Janhotner Saragih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1732

Abstract

Banyak indikator yang menunjukkan bahwa gereja tampaknya telah melalaikan tugas dan panggilannya sebagai gereja, tempat persekutuan bagi seluruh umat manusia. Realitas ini didukung oleh sikap gereja terhadap berbagai kelompok masyarakat. Salah satu kelompok masyarakat yang dimaksud adalah penyandang disabilitas. Ada dugaan seolah-olah gereja hanya tempat untuk orang normal dan sehat, dan tertutup bagi penyandang disabilitas. Gereja tidak menyediakan tempat bagi mereka yang mengalami kekurangan. Tidak jarang mereka mengalami berbagai bentuk diskriminasi bahkan stratifikasi sehingga pada akhirnya mereka memilih untuk tidak datang beribadah di gereja. Toh, orang-orang terdekatnya, seperti hanya orang tua atau keluarganya saja, sering kali mengabaikan dan menjauhkan mereka dari pertemuan-pertemuan ibadah. Lantas, apa yang harus dilakukan oleh gereja yang sering disebut sebagai 'garam' dan 'terang' dunia ini?
Transformasi Interpretasi Privat Kepada Publik Dalam Memaknai Yesus Ewen Josua Silitonga; Evlida Ginting; Ika Sulastri Nadeak; Janhotner Saragih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3657

Abstract

Setiap doktrin akan menjelaskan konteksnya, demikianlah dewasa ini konteks kehidupan manusia yang global ditandai dengan perkembangan teknologi yang massif. Setiap individu dapat terkoneksi dari berbagai tempat dibelahan dunia ini. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan telah menyadarkan dunia akan realitas kehidupan yang plural dalam kepelbagaian. Konteks masa kini menuntut segala aspek kehidupan dapat dipandang dan dimaknai secara public. Hal itu menantang gereja dalam pelayanannya untuk dapat hadir di tengah-tengah publik dan berkontribusi, memberi solusi atas masalah-masalah publik. Sebagai dasar dari iman gereja, maka keberadaan Yesus Kristus perlu untuk digali dan dimaknai oleh nilai-nilai publik Yesus dan bagaimana pelayanan serta pengajaran-Nya yang berdampak publik. Hal ini selanjutnya menjadi dasar gereja untuk berteologi pada ruang lingkup publik.