Rifky Alif Puspita
Program Studi Hubungan Internasional, FISIP, UPN “Veteran” Jawa Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembangunan Kembali Desa Wisata dengan Penanaman Bunga Telang di Dusun Sirat, Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta Rifky Alif Puspita; Resa Rasyidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 3 (2023): JPMI - Juni 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1020

Abstract

Pariwisata ditetapkan sebagai sektor utama ekonomi nasional dan dianggap sebagai sektor yang menjanjikan untuk menjadi penghasil devisa terbesar nantinya. Salah satu jenis atraksi pariwisata unggulan Indonesia adalah desa wisata. Desa Wisata menjadi salah satu potensi untuk mengembangkan potensi wisata desa sekaligus dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memaksimalkan potensi desa wisata yang berada di Dusun Sirat. Dusun Kecil di Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang berjarak 22 KM dari pusat kota Yogyakarta ini menjadi Kampung dengan potensi bunga telang. Desa ini memiliki potensi olahan bunga telang buatan UMKM setempat. Berbagai olahan bunga telang dibuat warga desa kemudian dipasarkan, namun pasca pandemic adanya penurunan harga beli bunga telang yang membuat petani telang beralih profesi. Untuk mengoptimalkan pengembangan kembali desa wisata dilakukan penanaman bunga telang bersama pemuda desa. Hasil penanaman nantinya bisa dimanfaatkan sebagai ekowisata dan bahan baku olahan bunga telang oleh UMKM setempat.
KERJASAMA JEPANG-ASEAN DALAM MENGURANGI MARINE PLASTIC DEBRIS ASEAN DI KAWASAN INDO PASIFIK Rifky Alif Puspita; Megahnanda Alidyan Kresnawati
Aliansi Vol 2, No 2 (2023): Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v2i2.49753

Abstract

Kawasan Indo Pasifik menjadi penyumbang sampah plastik laut terbesar dunia. Sampah plastik ini terbawa aliran sungai besar negara Asia Tenggara yang kemudian membendung di Samudera Hindia dan Pasifik. Permasalahan sampah plastik laut cukup kompleks karena menyebabkan kerusakan lingkungan, dampak ekonomi, penurunan kesehatan biota laut, dan mengancam kesehatan manusia yang mengonsumsi. Jepang dan ASEAN bekerjasama untuk mengatasi masalah ini dalam salah satu proyek Joint Statement Japan Cooperation on ASEAN Outlook on the Indo Pacific (AOIP). Penelitian ini berfokus pada kerjasama Jepang dan ASEAN dalam mengatasi sampah plastik laut (Plastic Marine Debris) dalam teori kerjasama keamanan maritim dan Regional Security Complex. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif yang menghasilkan kerjasama Jepang-ASEAN berupa pelatihan, pengelolaan limbah, promosi penanggulangan sampah laut, koordinasi berbagai pihak, dan aksi kolaborasi UNEP. Kerjasama ini melahirkan penguatan kesadaran, edukasi, dan (amity) Jepang-ASEAN yang mendukung keamanan maritim dan ekonomi kawasan Indo Pasifik. The Indo Pacific region is the world's larger contributor to marine plastic debris. This plastic waste is carried by the flow of large rivers of Southeast Asian countries which then stem in the Indian and Pacific Oceans. The problem of marine plastic debris is quite complex because it causes environmental damage, economic impact, decreases the health of maritime biota, and threatens the health of humans who consume. Japan and ASEAN are working together to address this issue in one of the Joint Statement Japan Cooperation on ASEAN Outlook on the Indo Pacific (AOIP) projects. This research focuses on Japan and ASEAN cooperation in overcoming plastic marine debris in the theory of maritime security cooperation and Regional Security Complex. This research uses qualitative methods with descriptive research types that result in Japan-ASEAN cooperation in athe form of training, waste management, promotion of marine debris prevention, coordination of various parties, and UNEP collaborative actions. This cooperation resulted in the strengthening of Japan-ASEAN awareness, education, and (amity) that supports the maritime and economic security of the Indo Pacific region.