Andarini Sari
Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Re-lokasi Panti Sosial Asuhan Disabilitas Perkembangan Autisme di Ungaran Andarini Sari
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disabilitas perkembangan autisme adalah gangguan kompleks berkelanjutan yang mengakibatkan gangguan interaksi sosial, komunikasi, perilaku, emosi, dan presepsi sensori. Autisme menyerang siapa saja tanpa memandang ras, ekonomi, kelamin, dan pendidikan. Autisme dalam jenisnya terbagi menjadi dua yaitu hypersensitive dan hyposensitive. Disabilitas perkembangan autisme hypersensitive terlalu banyak menerima rangsangan, sedangkan disabilitas perkembangan autisme hyposenstive susah menerima rangsangan. Karena perbedaan itu sebaiknya jangan mencampurkan kedua jenis disabilitas perkembangan autisme tersebut. Autisme sering kali dianggap buruk masyarakat sehingga menyebabkan penyandangnya seringkali mendapatkan diskriminasi verbal maupun fisik. Biaya perawatan penyandang disabilitas perkembangan autisme yang cukup mahal menambah faktor ditelantarkannya penyandang tersebut. Pada Provinsi Jawa Tengah, lembaga sosial mencampurkan disabilitas autisme dengan disabilitas lainnya dan menyebabkan tidak maksimalnya perkembangan penyandang disabilitas perkembangan autisme. Sehingga, dibutuhkan panti sosial asuhan khusus disabilitas perkembangan autisme yang dapat menampung hidup serta memberikan perawatan terapi dan konsultasi dokter berkala, rutin, dan terjadwal. Studi literatur, survey pada Panti Asuhan Cacat Ganda Al-Rifdah Semarang dan Pusat Layanan Autisme D.IY, dan menggunakan pendekatan perancangan arsitektur perilaku untuk dapat mencapai tujuan terpenuhinya kebutuhan dari penyandang disabilitas perkembangan autisme baik hypersensitive maupun hyposensitive serta tercipta ruangan yang sesuai dengan sudut pandang hidup penyandang disabilitas perkembangan autisme hypersensitive muapun hyposensitive. Sehingga, diharapkan penyandang disabilitas perkembangan autisme dapat berkembang, berkurang gejalanya, dan dapat hidup mandiri di masa mendatang.