p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Triton
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kualitas Susu Sapi Pasteurisasi dengan Penambahan Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) pada Penyimpanan Dingin Ismiarti Ismiarti; Juni Sumarmono
JURNAL TRITON Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i1.401

Abstract

Kayu manis (Cinnamomum burmannii) dikenal sebagai rempah dengan kandungan sinamaldehid mencapai 92,0% sehingga berpotensi memperpanjang masa simpan produk susu. Penelitian bertujuan mengetahui efek ekstrak kayu manis yang ditambahkan pada susu sapi pasteurisasi terhadap total asam tertitrasi, nilai pH, kadar air, dan angka reduktase yang disimpan pada suhu 5-10°C. Penelitian menggunakan susu segar dari peternakan sapi perah rakyat di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan dipasteurisasi menggunakan metode High Temperature Short Time (HTST) selama 15 detik dengan suhu 72°C. Penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, dengan uji post-hoc Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Susu pasteurisasi ditambah dengan ekstrak kayu manis 0, 2, 4, dan 6 % (w/w). Pengukuran peubah dilakukan pada hari ke 0, 3, 7, dan 14. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak kayu manis berpengaruh nyata terhadap total asam tertitrasi, namun tidak berpengaruh nyata terhadap angka reduktase selama penyimpanan sampai dengan 14 hari. Penambahan ekstrak kayu manis berpengaruh nyata terhadap pH pada penyimpanan 0 dan 7 hari serta kadar air pada penyimpanan 7 hari. Sementara itu, pada penyimpanan 3 dan 14 hari tidak mempengaruhi nilai pH serta penyimpanan 0, 3, dan 14 hari tidak mempengaruhi kadar air. Kesimpulannya, ekstrak kayu manis yang ditambahkan sampai dengan 6% mampu mempertahankan kualitas susu sampai dengan 7 hari.
Kualitas Kimia dan Sensoris Yoghurt Rendah Lemak dengan Fortifikasi Spirulina (Spirulina platensis): Studi Pendahuluan Ismiarti Ismiarti; Listi Aisyah; Sugiyono Sugiyono
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1627

Abstract

Yoghurt, salah satu hasil diversifikasi susu yang difermentasi, memiliki efek kesehatan, sifat sensoris, dan kandungan probiotik yang ada di dalamnya. Sebagai respon terhadap terhadap peningkatan permintaan konsumen, inovasi produk yoghurt dapat dilakukan salah satunya dengan penambahan spirulina. Penelitian bertujuan untuk menentukan formulasi spirulina yang tepat untuk menghasilkan yoghurt dengan kimia dan sensoris yang baik. Yoghurt dibuat dari susu sapi rendah lemak UHT merk Ultra Jaya, kultur bakteri merk Yogourmet yang berisi Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, dan Lactobacillus acidophilus, dan spirulina bubuk komersial. Penelitian eksperimen ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan meliputi penambahan spirulina secara berturut-turut sebanyak 0,2; 0,4; 0,6; dan 0,8% (P1, P2, P3, dan P4). Analisis variansi (Anova) digunakan untuk analisis data yang dilanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk data yang signifikan. Hasil menunjukkan bahwa fortifikasi spirulina berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap total asam tertitrasi (TAT), pH, kadar air, dan total solid. Fortifikasi spirulina juga berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap sifat sensoris berupa aroma, after taste, dan overall, serta tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap rasa, warna, dan konsistensi yoghurt rendah lemak. Kesimpulannya, fortifikasi spirulina 0,2% menghasilkan yoghurt rendah lemak berkualitas kimia dan sifat sensoris terbaik. Penambahan pemanis diperlukan untuk mengurangi rasa asam yoghurt rendah lemak sekaligus memperbaiki off-flavor dari spirulina.