Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Metode Pembelajaran Daring Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SDN Periuk 1 Ahmad Azhar azhar; Gunawan Santoso; Aan Supiati; Ahmad Razan
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.570

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas V SDN PERIUK 1 yang bisa dilihat dari nilai ulangan harian peserta didik yang mempunyaiviriteria belum tuntas sebesar 60%, sedangkan viriteria tuntas 40%. Hasil tersebut memberikan gambaran bahwa kondisi hasil belajar peserta didik kelas V SDN PERIUK 1 terutama mata pelajaran Bahasa Indonesia masih rendah. Pendidik berperan penting terhadap penentuan hasil belajar peserta didik. Sesuai hasil observasi dilakukan hasil belajar rendah diakibatkan karena pembelajaran saat ini menggunakan aplikasi WhatsApp jadi ada beberapa peserta didik yang tidak memilikihandphone dan peserta didik itu pun ada yang tertinggal dengan pembelajaran tersebut, ada juga yang tidak terlalu faham dan kurang dalam pemahaman materi yang dikirimkan oleh pendidik melalui whatsApp. Rumusan masalah di penelitian ini ialah: “Bagaimana penerapan metode pembelajaran daring dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN PERIUK 1 tahun pelajaran 2020!. Tujuan mendeskripsikan penerapan alam mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN PERIUK 1. Penelitian ini sebagai penelitian kualitatif lapangan yang bertujuan penelitian untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran daring dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN PERIUK 1 tahun pelajaran 2020. Metode pembelajaran I disini menggunakan aplikasi whatsApp grub, subyek dalam penelitian ini ialah peserta didik kelas V sejumlah 20 peserta didik.Teknik pengumpulan data yang dipakai yakni Observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari kesimpulanpenelitian ini ialah penerapan metode pembelajaran daring mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V sudah dilaksanakan dengan baik, hal ini ditunjukkan dengan konsistennya pendidik dalam memotivasi siswa dan orang tua peserta didik selaku pendamping belajar peserta didik dalam melakukan aktivitas didalam WhatsApp grub seperti memosting materi yang akan dipelajari, memberikan penjelasan tentang mteri tersebut hingga pemberian tugas yang dikumpul.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Problem Based Learning (PBL) Siswa Kelas IV SDN Periuk 1 Kota Supadmi; Gunawan Santoso; Aan Supiati; Syifa Galih; Karsono
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.577

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya kemampuan siswa dalam pemecahan masalah dalam pelajaran matematika. Siswa cenderung hafal terhadap rumus yang diajarkan oleh guru, namun untuk menentukan permasalahannya dan bagaimana merumuskannya mereka masih sulit menentukan langkah-langkah untuk menyelesaikan soal tersebut. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SDN Periuk 1 tahun ajaran 2017/2018. Pengaruh pada penelitian ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV yang terbagi menjadi dua kelas dengan jumlah 70 siswa, dengan kelas IV Utsman yang terdiri dari 37 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IV Ali yang terdiri dari 33 siswa sebagai kelas kontrol. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistik uji perbedaan rata-rata yaitu analisis uji-t. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hasil test yang dilakukan diperoleh rata-rata hasil belajar (post test) kelompok yang menggunakan model PBL adalah 61,55 sedangkan rata-rata hasil belajar yang menggunakan metode ceramah adalah 54,85. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh bahwa thitung= 3,827 sedangkan ttabel = 1,668. Karena thitung> ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SDN Periuk 1 tahun ajaran 2017/2018.
Peningkatan Kemampuan Mengerjakan Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Menggunakan Metode Demonstrasi dan Media Potongan Lidi Pada Siswa Kelas 1 Semester 2 SDN Periuk 1 wisra linda; Gunawan Santoso; Aan Supiati; Farrasya Zubaer
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.579

Abstract

pentingnya nilai multikulturalisme dalam membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan harmonis. Abstrak ini menyoroti perlunya menghargai dan memahami perbedaan budaya, serta upaya untuk mempromosikan hubungan yang saling menghormati antara kelompok budaya yang berbeda. Dalam konteks ini, abstrak ini mengeksplorasi faktor pendukung, metode, dan implementasi yang dapat digunakan dalam membangun masyarakat multikultural. Faktor-faktor pendukung meliputi kepemimpinan yang mendorong inklusivitas, pendidikan yang mempromosikan multikulturalisme, komunikasi antar kelompok yang terbuka, kebijakan publik yang inklusif, partisipasi masyarakat, dan kesadaran individu akan nilai multikultural. Metode yang dapat digunakan kualittif meliputi dialog antar kelompok, pertukaran budaya, pendidikan multikultural, dan promosi nilai-nilai multikultural dalam media dan ruang publik. Implementasi dari judul ini membutuhkan kolaborasi dan kerjasama dari berbagai pemangku kepentingan dalam masyarakat. Dampak positif dari upaya ini mencakup penghormatan terhadap hak asasi manusia, peningkatan toleransi dan pemahaman antarbudaya, kekayaan budaya yang bertambah, pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial, kerjasama global yang lebih baik, dan pembentukan identitas nasional yang lebih kuat. Melalui refleksi yang jujur dan kritis terhadap judul ini, individu dan masyarakat dapat memperkuat komitmen mereka dalam menghargai perbedaan budaya, mempromosikan inklusivitas, dan membangun masyarakat multikultural yang inklusif dan harmonis.
Kewarganegaraan Digital di Era Industri 4.0: Tantangan dan Peluang Membangun Masyarakat Global yang Inklusif Gunawan Santoso; Aan Supiati; Lisa Komalasari; Nurhayati kami; Egypt Toton Subandi; Imroatul Hafidah
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.284

Abstract

Kewarganegaraan digital adalah konsep yang semakin penting dalam era industri 4.0. Hal ini memungkinkan terciptanya masyarakat global yang inklusif melalui konektivitas digital yang semakin tinggi. Namun, kewarganegaraan digital juga menimbulkan tantangan, seperti keamanan dan privasi data pribadi. Di SDN 1 Jakarta Selatan, siswa memiliki peluang untuk memanfaatkan teknologi digital untuk terhubung dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia dan belajar tentang budaya dan perspektif yang berbeda. Metode penelitinnya yaitu menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur, bahan bacaan dengan dianalisi secara komprehensif. Hasil penelitinnya yaitu penting untuk memperhatikan etika digital dan praktik yang aman dalam menggunakan teknologi ini. Melalui kesadaran akan tantangan dan peluang kewarganegaraan digital, siswa dapat membangun keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan teknologi digital dan membangun masyarakat global yang lebih inklusif. kewarganegaraan digital dalam era industri 4.0 menawarkan banyak peluang untuk membangun masyarakat global yang inklusif melalui teknologi digital dan konektivitas global. Namun, ada juga tantangan yang harus diatasi seperti privasi dan keamanan data, termasuk etika digital dan praktik yang aman dalam menggunakan teknologi ini. Oleh karena itu, penting bagi seluruh komunitas, termasuk siswa, untuk terus belajar dan meningkatkan kesadaran akan hal-hal tersebut sehingga kita dapat memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan terhubung.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penggunaan Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPAS di kelas I SDN Periuk 1 Imas Yulistia; Gunawan Santoso; Aan Supiati; Irham Mahfud
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.574

Abstract

pentingnya nilai multikulturalisme dalam membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan harmonis. Abstrak ini menyoroti perlunya menghargai dan memahami perbedaan budaya, serta upaya untuk mempromosikan hubungan yang saling menghormati antara kelompok budaya yang berbeda.Dalam konteks ini, abstrak ini mengeksplorasi faktor pendukung, metode, dan implementasi yang dapat digunakan dalam membangun masyarakat multikultural. Faktor-faktor pendukung meliputi kepemimpinan yang mendorong inklusivitas, pendidikan yang mempromosikan multikulturalisme, komunikasi antar kelompok yang terbuka, kebijakan publik yang inklusif, partisipasi masyarakat, dan kesadaran individu akan nilai multikultural. Metode yang dapat digunakan kualittif meliputi dialog antar kelompok, pertukaran budaya, pendidikan multikultural, dan promosi nilai-nilai multikultural dalam media dan ruang publik. Implementasi dari judul ini membutuhkan kolaborasi dan kerjasama dari berbagai pemangku kepentingan dalam masyarakat. Dampak positif dari upaya ini mencakup penghormatan terhadap hak asasi manusia, peningkatan toleransi dan pemahaman antarbudaya, kekayaan budaya yang bertambah, pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial, kerjasama global yang lebih baik, dan pembentukan identitas nasional yang lebih kuat. Melalui refleksi yang jujur dan kritis terhadap judul ini, individu dan masyarakat dapat memperkuat komitmen mereka dalam menghargai perbedaan budaya, mempromosikan inklusivitas, dan membangun masyarakat multikultural yang inklusif dan harmonis.