Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI DISTRES PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN Heni Gerda Pesau; Diah Sastaviana; Meidy M.L. Panglewai
ABDIMAS UNWAHAS Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v8i1.8588

Abstract

Remaja merupakan tahap perkembangan yang ditandai dengan masa krisis identitas sehingga rentan mengalami ketidakstabilan baik emosi maupun perilaku. Peranan dan dukungan orangtua dibutuhkan remaja untuk dapat melewati masa krisis dan memenuhi tugas perkembangan. Akan tetapi, terdapat kondisi dimana orangtua tidak dapat berperan langsung, salah satunya remaja di panti asuhan yang mungkin tidak dapat diasuh dan harus hidup terpisah dengan orangtua. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan remaja mengalami distres yaitu keadaan dimana individu tidak mampu beradaptasi dengan tekanan yang berkaitan dengan berbagai pikiran dan perasaan negatif. Distres membuat individu merasa tidak nyaman dan dapat menyebabkan dampak negatif seperti menganggu kemampuan belajar, memori, dan mood; serta masalah kesehatan mental. Berdasarkan hal tersebut, maka dibutuhkan intervensi dalam bentuk psikoedukasi yang bertujuan meningkatkan toleransi distres yaitu kemampuan menoleransi berbagai emosi negatif, frustrasi, ketegangan fisik, dan mental. Kegiatan dilakukan dengan metode psikoedukasi dengan ceramah interaktif dan pemeragaan yang diikuti oleh remaja berusia 12 – 18 tahun dari salah satu panti asuhan di Kota Makassar. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan perubahan pengetahuan peserta melalui skor post-test dan kemampuan peserta memeragakan berbagai teknik yang diberikan. Selain itu, kurang lebih 80% peserta memberi respon positif terhadap pelaksanaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi yang diberikan dapat meningkatkan toleransi distres remaja di panti asuhan.Kata kunci: distres, panti asuhan, psikoedukasi, remaja, toleransi
Teacher Work Stress and Psychological Well-being Diah Sastaviana; Alexander Indrakusuma Linggi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7331

Abstract

The aims of this research is to find the relationship between job stress and teacher’s psychological well-being. The approach methods used in this research are correlational quantitative method and measurement instrument using job stress and psychological well-being scale. The sampling techniques used are simple random sampling and the number of subjects obtained were 83 teachers. The data analysis technique used in the hypothesis testing was Pearson Product Moment analysis. The results of the analysis is the correlation value R = -0,678 with a significance value of 0.000 (p <0.01). Based on the result, it can be concluded that there is a strong negative relationship between job stress and psychological well-being. The conclusion of this research show that increasing job stress can resulting in a decrease in psychological well-being. So that, job stress has an impact on the psychological well-being of teachers.